TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – Dua Pelaku berInisial SN dan BH berhasil diringkus jajaran Polsek Tanjungpinang Timur, pelaku awalnya melakukan tindak pidana pencurian memecahkan kaca nako menggunakan kunci pas dan pelaku juga membakar gudang material milik Joni(40) yang berada di KM 7  RT 05 RW 08 Tanjungpinang.

Kapolres Tanjungpinang AKBP. Joko Bintoro melalui Kapolsek Tanjungpinang Timur AKP. Efendri Ali menjelaskan kejadian bermula bahwa dua bulan yang lalu, agen toko bangunan Hembass di Jalan DI Panjaitan Kilometer 7 terjadi kebakaran, kemudian pihaknya menurunkan tim labfor apakah kejadian itu murni terbakar.

Tepat 2 bulan tanggal 7 kemarin dilokasi yang sama kembali terjadi kebakaran ditempat yang sama yakni kantor dan gudang. Korban menuturkan kepada pihak polisi tidak ada barang berharga yang hilang saat peristiwa terjadi, namun nota-nota saja yang hilang.

Dari nota itu pihak polisi meminta kepada korban (pemilik) untuk menghubungi toko-toko yang memiliki hutang besar guna mengetahui nota-nota yang hilang.

Alhasil, ada salah satu tokoh yang ditagih pelaku setelah 3 hari kejadian.

Kemudian pihak polisi meminta kepada korban untuk menyampaikan kepada rekanan toko tersebut apabila ada yang nagih dikasih aja dan dibayar dengan syarat meninggalkan nomor hape.

Dan ternyata rabu kemarin ada yang menagih, dan berangkat dari tagihan nota tersebut pihak polisi kembangkan, pada hari Rabu (09/11). Pihak polisi berhasil menangkap saudara SN alias NN di Jalan Ir Sutami dirumahnya.

“SN berhasil masuk digudang tersebut dengan cara memecahkan kaca jendela menggunakan kunci ring.Mendapati tidak ada uang yang bisa diambil , pelaku langsung mengambil nota tagihan barang yang bernilai jutaan rupiah,”sebut Efendri.

“Setelah kita mintai keterangan, niat awal dari pelaku mencari uang. Karena SN ini mantan karyawan dan pernah disuruh oleh Bos Hembass untuk menagih ke rekanan, dan SN mengetahui toko mana saja yang banyak hutangnya dengan Hembass,”Tambah Efendri Ali.

Selanjutnya, Dari pengembangan SN pihaknya juga berhasil membekuk BH selaku orang yang menagih nota tersebut. Berdasarkan penuturan SN, dirinya menyuruh BH untuk menagih karena SN tak berani menagih.Dan dari tagihan sudah sempat dicairkan sebesar Rp5 juta.

“Uang belum bisa kita hadirkan kesini sebagai barang bukti karena sudah diserahkan kepada orang lain dan segera akan kita sita untuk dijadikan barang bukti,”jelasnya.

Kemudian untuk menghilangkan jejak, pelaku membakar gudang milik korban dengan cara membakar berkas yang ada di gudang tersebut dengan menggunakan mancis.

“SN mengaku melakukan sendiri, kemudian ia bertemu dengan BH untuk mengasih nota-nota yang telah diambil Menurut pengakuan tersangka ada 6 nota.Dari 6 nota itu dinilaikan berjumlah Rp14 Juta,”tutupnya.

Atas kejadian itu, SN dikenakan yakni pasal 187 mengenai peembakaran Junto Pasal 363 mengenai pencurian. Sementara BH, dikenakan pasal pertolongan jahat pasal 480 KUH Pidana. Karena BH tidak tersangkut masalah pembakaran dan pencurian. Dia hanya berperan menagih.

 

 

Penulis: akok

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here