BATAM, SIJORITODAY.com – – Pemberangkatan 32 Orang Penumpang Boat Pancung 3 orang Motoris dan 2 orang ABK Ke Perairan OPL Timur Malaysia Tanpa dilengkapi dokumen yang sah.

Awalnya Pada hari Selasa 06 Desember 2016 Pukul 20.00 Wib 32 Orang Penumpang Boat Pancung berkumpul di Rumah Zulkifli dengan alamat RT 02 RW 08 Kelurahan Tg Uma, Kec Lubuk Baja Batam. Ke 32 Orang tersebut dikoordinir oleh Nadi dan Kulup yang merupakan warga TBK.

Kemudian Nadi dan Kulup Menyiapkan 5 Buah Boat Pancung mesin 75 PK Yamaha untuk mengangkut sejumlah 50 Orang Penumpang.

Dengan 3 orang Motoris/Tekong Boat Pancung atas nama :

(a.) Fadli, Motoris Boat Pancung Mesin 75 PK Merk Yamaha tanpa ABK membawa penumpang 10 Orang.

(b.) Edi Hariyanto, Motoris Boat Pancung Mesin 75 PK Merk Yamaha ABK 1 orang atas nama Natar, membawa 11 orang.

(c.) Mas Mulyadi, Motoris Boat Pancung Mesin 75 PK Merk Yamaha ABK 1 orang atas nama Heri Putra membawa 10 orang.

Kemudian Yanto, Motoris Boat Pancung Mesin 75 PK Merk Yamaha ABK 1 orang atas nama Putra membawa 10 orang. Dan Hendra, Motoris Boat Pancung Mesin 40 PK Merk Yamaha ABK 1 Orang atas nama Fendi membawa 8 orang.

Selanjutnya pada Pukul 23.00 Wib, sebanyak 5 Boat Pancung membawa 50 Orang Penumpang berangkat dari Dermaga Beton Tg Uma Batam.

Pada Pukul 23.15 Wib 3 Boat Pancung dengan penumpang 32 Orang, 3 Motoris, dan 2 ABK berhasil diamankan oleh Patroli Tim WFQR IV/ Unit 1 Jatanrasla. Dilaksanakan pengejaran dan pengehentian 3 boat pancung tersebut kemudian Diamankan di Dermaga Lanal Batam.

Sedangkan 2 boat pancung lainnya melarikan diri ke arah perairan OPL Timur Malaysia.

Adapun hasil Pendalaman atas kegiatan tersebut Terhadap keterangan dari Motoris, ABK, dan 32 Pekerja bahwa mengakui bahwa keseluruhannya berangkat ke Perairan OPL Timur Malaysia untuk bekerja pada Kapal Tanker yang melaksanakan Clearing Tank (Pembersihan Tangki) tanpa memiliki/dilengkapi Dokumen Paspor.

Modus Operandi kegiatan tersebut tenaga kerja illegal dengan pengiriman ke Perairan perbatasan Indonesia – Malaysia (cangi) kemudian dijemput dengan Crewboat dari Singapura.

Berdasarkan dari pengakuan mereka ,bahwa pertama Rencana kerja di Kapal Tanker dengan waktu yang tidak ditentukan. Kedua, Koorlap dalam perekrutan pekerja 32 orang tersebut yang dari Batam yaitu Nadi dan Kulup sebagai orang kepercayaan WN Singapura. Ketiga, Pengakuan 32 Orang pekerja Illegal di Kapal Tanker, Perairan Malaysia bahwa mereka akan dijanjikan Rp 150.000/hari.

Pada pukul 03.00 WIB pengurus dari ke 32 org pekerja tank cleaning di per. OPL timur, atas nama Ahmad Jurari alias Kulup asal Jambi datang ke dermaga Lanal Batam karna dipanggil temannya yang diantara penumpang boat pancung atas nama Budi, menerangkan bahwa ke 32 orang asal  Batam tersebut akan dipekerjakan pada kapal tanker dengan MT. IMPROS MONROVIA, untuk giat tank cleaning atas order dari Mr. Haru yang merupakan WNA Singapura.

Ahmad Jurari alias Kulup mengakui sudah menjalani pekerjaan perekrutan tenaga kerja secara ilegal sudah 3 tahun, memberangkatan warga Batam dan sekitarnya sebagai tenaga pembersih tanki kapal tanker yg akan naik dock di negara Singapura.

Terkait keterangan Ahmad Jurari alias Kulup, akan diamankan untuk mengungkap jaringan pelaku perekrutan tenaga kerja diper. Malaysia secara ilegal dan modus operandinya.

Ahmad Jurari membawa tekong/juru mudi boat pancung atas nama Indra dan ABK atas nama Pendi yang merupakan salah satu dari boat pancung yang melarikan diri pada saat patroli sea rider tim WFQR 4/Unit 1 Jatanrasla melaksanakan pengejaran dan penghentian terhadap boat pancung berpenumpang tenaga kerja ilegal ke per. OPL timur Malaysia.

Adapun Data tekong/ jurumudi dan ABK dan penumpang boat pancung serta pengurus pekerja ilegal dari Batam keper. OPL timur Malaysia yg diamankan tim WFQR 4/Unit 1 Jatanrasla sejumlah 40 org sebagai berikut:

Boat pancung 1 :- Musliyadi 38 th, alamat Tg.Uma Batam (Tekong).

– Heri Putra 18 th, alamat Tg.Uma Batam (Abk boat pancung)

– Izwan Pazena 30 Th, alamat Tg. Balai Karimun. (Penumpang)

– Ragel 25 th, alamat Batu Aji (Penumpang)

– Ucok 27 th, alamat Jodoh (Penumpang)

– Mikael 18 th, alamat Batu Aji (penumpang)

– Safrizal 25 th, alamat Tg.Balai Karimun (Penumpang)

– Ilham 16 th, alamat Winsor Nagoya (penumpang)

– Tobi 22 th, alamat Penuin (Penumpang)

– Isman Pazena 30 th, alamat Tg.Balai Karimun (Penumpang)

– Kevin 31 th, Alamat Batu Aji (Penumpang)

– Robert Panjatkan 30 th, alamat Batu Aji (Penumpang)

– Budi Laksana 21 th, Alamat Jodoh (Penumpang).

Boat pancung 2 ;

– Edi Harianto 27 th, alamat Tg.Uma Batam (Tekong)

– Natar 28 th, alamat Tg.Uma Batam (Abk boat pancung)

– Sabarudin 24 th, alamat Belawan Medan (Penumpang)

– Roha 30 th, alamat Jodoh (Penumpang)

– Doni 24 th, alamat Jodoh (Penumpang)

– Arif 23 th, alamat Batu Aji (penumpang)

– Wahyu 26 th, alamat Jodoh (Penumpang)

– Abu 23 th, alamat Jodoh (Penumpang)

– Samsul 20 th, alamat Tg.Balai Karimun (Penumpang)

– Dwi Kristianto 22 th, alamat Jodoh (Penumpang)

-Tahat 22 th, alamat Jodoh. (Penumpang)

– Ahmad 24 th, alamat Jodoh (Penumpang)

– Syaiful 23 th, alamat Winsor Nagoya (Penumpang).

Boat pancung 3 :

– Fadli 30 th, alamat Tg.Uma Batam (Tekong)

– Martua 26 th, alamat Jodoh (Penumpang)

– Supendi 52 th, alamat Tg.Balai Karimun (Penumpang)

– Ryan 18 th, alamat Tg.Balai Karimun (Penumpang)

– Yogi 25 th, alamat Jodoh (Penumpang)

– Adoy 26 th, alamat Tg.Balai Karimun (Penumpang)

– Rio 28 th, alamat Tg.Balai Karimun (Penumpang)

– Jimy 25 th, alamat Jodoh (Penumpang)

– Rizki 19 th, alamat Jodoh (Penumpang)

– Tando 20 th, alamat Jodoh (Penumpang)

– Arifin 21 th, Alamat Batam Center (Penumpang)

Ini 3 orang Pengurus dan tekong serta abk yg menyerahkan diri ke dermaga Lanal Batam :- Ahmad Jurari (pengurus)- Indra sebagai tekong/jurumudi- Pendi sebagai ABK boat pancung.(Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here