TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – – Setelah memeriksa sekitar 30 orang saksi dalam kasus dugaan korupsi penyertaan modal  pada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Tanjungpinang, Kejaksaan Negeri  (Kejari) Tanjungpinang akhirnya mengantongi nama-nama tersangka, Kamis (15/12/2016).

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasipidsus) Beny Siswanto. Menurutnya saat ini tim penyidik tipikor telah menemukan tindakan melawan hukum yang mengakibatkan adanya keruguian negara.

“Setelah penyidik meningkatkan statusnya,dari penyelidikan menjadi penyidikan. ditemukan perbuatan melawan hukum, yang mengakibatkan adanya kerugian negara,”Ungkapnya.

Meski pihaknya telah mengantongi nama tersangka, Beny sapaan akrabnya ini,  masih menutup rapat-rapat nama tersangka, namun ia berjanji setelah berkas masuk dalam tahap penuntutan masyarakat pasti mengetahuinya.

“Kalau nama tersangka tunggu perkembangan berikutnya, ditahap penyidikan kami belum bisa membuka siapa nama tersangka, namun yang jelas perkembangan kasus ini, udah masuk dalam tahap penyidikan,”Ungkapnya.

Sementara untuk jumlah tersangka ia mengakui bahwa tersangka lebih dari satu.

“Kalau jumlah (Tersangka red) lebih dari satu,”Ungkapnya.

Peningkatan status (tersangka red) dalam kasus dugaan korupsi BUMD ini, dilakukan setelah penyidik memeriksa sekitar 30 orang sebagai saksi.

“Anggaran penyertaan modal, tidak digunakan sesuai peruntukannya, sehingga negara mengalami kerugian akibat perbuatan tersebut,”tutupnya.

Sementara terpisah, Ketua LSM Nasional Coruption Wach (NCW) Kepri Mulkan mengapresiasi langkah Kejaksaan yang telah meningkatkan status dugaan korupsi para petinggi BUMD di tahun 2014 itu.

Mulkan berharap semangat pemberantasan korupsi ditubuh kejaksaan tidak boleh kendor.

“Kedepan diharapkan agar kejaksaan lebih agresif lagi, dalam membasmi para pelaku korupsi,”harapnya.

Untuk diketahui dugaan korupsi kasus BUMD Tanjungpinang terjadi dibawah kepemimpinan Eva Amelia, pada anggaran penyertaan modal dana investasi tahun 2014.

Kejaksaan sendiri mencium aroma korupsi anggaran negara yang dikelola Eva Amelia itu pada tahun 2015 lalu.

 

Penulis: Suaib

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here