TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – – Pemerintah Kota Tanjungpinang mengakui terkait validasi data penerima intensif bagi guru Taman Pendidikan Alquran (TPA), dan Imam Masjid di Kota Tanjungpinang.

Wakil walikota H. Syahrul mengatakan memang masih ada guru-guru TPA maupun imam Masjid yang belum terdaftar sebagai penerima intensif dari Pemko Tanjungpinang.

“Memang masih ada. Saya sendiri pernah di sms oleh para guru-guru tersebut, dan insya allah tahun 2017 diharapkan akan diperbaiki serta anggarannya ditingkatkan,”Ungkap mantan Ketua PGRI Kota Tanjunpinang ini.

Namun Syahrul membantah jika pemko disalahkan dalam persoalan tersebut, mengingat urusan verifikasi data guru-guru maupun imam Masjid itu dilakukan oleh Kemenag kota.

“Datanya itu dari Kemenag. Untuk itu saya meminta kemenag untuk memperbaiki ditahun 2017,”Kata Syahrul.

Sementara Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tanjungpinang, Maskur Tilawahyu mengharapkan ditahun berikutnya persoalan validasi data guru Taman Pendidikan Alquran (TPA) maupun Imam Masjid tidak menjadi persoalan lagi.

“Memang Kemenag yang punya urusan, akan tetapi kendala tersebut tidak boleh terjadi ditahun 2017. Itu anggaran dari Pemko, bukan dari Kemenag.”Kata Maskur sapaan akrabnya ini.

Sementara Anggota Komisi bidang keuangan,Pepy Candra mendudung sepenuhnya peningkatan anggaran bagi guru TPA maupun Imam Masjid.

“Kita di DPRD, akan mendudung sepenuhnya, apalagi anggaran tersebut digunakan untuk kegiatan keagamaan. Dengan ditingkatkannya anggaran diharapkan memacu semangat para guru-guru agama,”Ungkat Pepy Candra.

Sehingga akan banyak melahirkan generasi muda yang berahlatulqarimah.

“Mudah-mudahan anggaran bertambah, kualitas anak didik dibidang keagamaan semakin maju.”Tutup Pepy Candra.

 

Penulis: suaib

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here