Bambang Joko Maryitno, Pegawai Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga kerja (DPMPTSP dan TK ) Kabupaten Bintan. Foto : red

BINTAN, SIJORITODAY.com– -Pegawai Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga kerja (DPMPTSP dan TK ) Kabupaten Bintan, Bambang Joko Maryitno, disumpah dan dilantik Bupati Kabupaten Binta (10/1). Namun anehnya yang bersangkutan tidak menerima Surat Keputusan (SK) pelantikan melainkan kembali sebagai staf biasa.

Peristiwa bermula ketika Bambang mendapat pemberitahuan dari Kasubbag Kepegawaian DPMPTSP dan TK pada Selasa tanggal 10 Januari 2017 yang lalu.  Pesan melalui SMS meneruskan pesan dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) kabupaten Bintan. Bambang Joko Maryitno diharapkan hadir untuk mengikuti pelantikan bertempat di Aula Kantor Bupati Bintan yang berlokasi di Bintan Bunyu dengan berpakaian Korpri.

Kemudian bersama rekan kerjanya yang lain, Bambang mengikuti gladi resik yang dilanjutkan dengan pelantikan, mengucapkan sumpah sesuai agama islam menggunakan Alqur’an.

“Pada waktu gladi resik pelantikan pejabat eselon 3 dan 4 itu kami tidak diabsen untuk mengetahui apakah yang akan dilantik sudah hadir semua atau tidak, begitu juga saat pelantikan hanya nama Camat dan Lurah saja yang disebutkan, sedangkan pejabat lain tidak disebutkan sehingga kami semua tidak tahu akan duduk dimana dan sebagai apa?,” ujar Bambang.

Usai acara pelantikan diumumkan bahwa SK pelantikan akan diserahkan oleh BKD kepada yang bersangkutan melalui Kasubbag Kepegawaian masing-masing SKPD pada hari Kamis (12/1).

Pada hari yang dijanjikan ternyata SK atas nama Bambang Joko Maryitno tidak ada. Pihak BKD beralasan kemungkinan SK tersebut terselip dengan milik pegawai dari instansi yang lainnya. Bambang kemudian diminta untuk kembali datang pada hari Jum’at berikutnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan kembali ternyata didapati nama Bambang Joko Maryitno tidak termasuk dalam daftar pegawai kabupaten Bintan yang dilantik. Pihak BKD kabupaten Bintan beralasan kepangkatan Bambang Joko Maryitno belum mencukupi untuk menduduki jabatan baru.

“Apa maksudnya seperti ini, saya jadi bingung, apakah memang begini sistem pelantikan menurut aturan yang baru? Saya benar-benar tidak faham”, ujarnya.

Pada sijoritoday.com yang dihubunggi melalui telepon seluler Senin pagi (23/1) Bambang Joko Maryito mengungkapkan dirinya dan keluarga merasa dipermalukan dengan kejadian yang dialami tersebut.

Penulis : red

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here