LINGGA, SIJORITODAY.com- – Perkembangan masyarakat yang semakin hari semakin bertambah turut pula menuntut pengembangan rumah ibadah di kawasan tempat tinggal masyarakat di Dusun II Senempek, Desa Limbung, kecamatan Lingga Utara.

Saat ini, kondisi Masjid Al Taqwa di Dusun II Senempek, relatif tidak dapat menampung lagi jumlah jemaah yang terus bertambah hingga telah mencapai lebih kurang sekitar 200 kepala keluarga (KK). Terlebih lagi ketika hari-hari besar seperti hari besar islam, puasa ramadhan, hari raya Idul Fitri serta hari besar lainnya.

Hal inilah yang mendorong warga setempat  melakukan renovasi dan pengembangan masjid tersebut. “Kalau kita bangun menggunakan ADD atau DD, anggarannya cukup besar. Sedangkan wilayah desa kami cukup luas yang ingin dibangun. Pembangunan masjid ini kita secara swadaya bersama masyarakat,” ungkap kepala desa Limbung, Andi Mulya, Minggu (22/01).

Disampaikan Andi Mulya yang juga merupakan warga Dusun II Senempek ini, anggaran perluasan masjid tersebut seutuhnya dari modal swadaya masyarakat dan tidak ada dari anggaran pemerintah.

“Karena dana yang terkumpul dengan swadaya ini masih belum memadai, kami sangat mengharapkan uluran tangan dari kaum muslimin dan muslimah serta pengusaha yang memiliki kelebihan rezeki,” ucapnya.

Dikatakannya, pembangunan masjid tersebut telah dilakukan sejak Oktober 2016 lalu. Namun, akibat keterbatasan anggaran, pembangunan masih dilakukan secara bertahap hingga memsuki akhir Januari 2017 ini.

“Kami juga sudah mengajukan proposal ke dinas-dinas. Tapi belum ada yang tembus,” cetusnya.

Pantauan di lapangan, saat ini masjid yang berdiri di tengah kampung tersebut masih dalam proses pengerjaan secara bertahap. Untuk mensukseskan pembangunan masjid tersebut, agar umat muslim setempat dapat beribadah dengan nyaman sebagaimana mestinya, diharapkan uluran tangan dari berbagai pihak untuk saling membantu.

 

Penulis: Ruzi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here