Seorang warga melintas di Jembatan Nato Sagulung, Kota Batam pasca kejadian aksi begal yang menimba seorang warga, Selasa (28/2). Foto : putra

BATAM, SIJORITODAY.com– – Sepintas kita dilihat jembatan Nato Sagulung sama seperti jembatan-jembatan penyeberangan yang ada di berbagai daerah lain. Namun siapa sangka jembatan yang dibangun Pemerintah Kota Batam tersebut memiliki sejumlah cerita unik bagi pengendara kendaraan bermotor yang melintasinya.

Hal ini terungkap saat seorang karyawan PT. Flextronics Muka Kuning menjadi korban tindak kekerasan di Jembatan Nato. Ialah Tio Arisandi, pria berusia 22 Tahun, seorang warga Sagulung telah menjadi korban begal pada Sabtu (25/02) sekitar pukul 23.00 WIB. Korban Tio pun mengalami luka cukup serius akibat peristiwa yang dialaminya dan harus terbaring lemah di RS Elisabeth, Batam Centre akibat luka pada bagian tangan kiri dan kepala bagian atas.

Peristiwa bermula pada saat Tio sepulang bekerja, seperti biasanya melintasi Jembatan Nato. Tiba-tiba Tio dihadang oleh seorang pelaku yang mengajaknya berduel. Berselang beberapa saat, 4 orang teman pelaku pun datang dengan membawa senjata tajam dan tanpa basa-basi mengeroyok Tio.

“Tio tak begitu mengenali pelaku. Tulang rawan tangan kirinya nyaris putus karena menangkis senjata pelaku. Tio pun kini mendapatkan 20 jahitan pada kepalanya,” seperti yang dituturkan Zulkarnain, ayah kandung korban.

Seorang pedagang yang biasa berjualan di sekitar lokasi Jembatan Nato mengungkapkan, pada sore hari lokasi ini kerap dijadikan anak-anak usia remaja untuk berkumpul bersama teman-temannya sembari melakukan aksi ugal-ugalan dalam berkendara.

“Biasa anak-anak itu sering ‘standing’ sepeda motornya. Ada cewek ceweknya juga mas yang sering jadi bandul. Bahkan mereka kerap menggoda siapapun pengendara yang melintasi jembatan itu,” ujar pedagang yang minta namanya tidak disebutkan.

Dari pantauan sijoritoday pada Selasa (28/02) warga yang bermukim di Kelurahan Sei Langkai Sagulung terlihat lalu lalang melewati wilayah lokasi Jembatan yang tidak jauh dari ‘Traffic Light’ yang juga menjadi langganan para muda-mudi untuk menghentikan kendaraannya sembari bersantai bersama teman-teman mereka. Tawa dan canda setiap harinya kerap mewarnai suasana di Jembatan tersebut.

Namun sayangnya, pada malam hari di sekitar lokasi menjadi sedikit rawan akibat penerangan yang kurang serta pembiaran para remaja-remaja yang menghabiskan waktu hingga larut malam sembari minum-minum.

“Mereka biasanya minum-minum di ruko-ruko kosong itu mas. Kalau udah resek, mereka ugal-ugalan sampai di jembatan sambil mengganggu para pengendara yang berlalu lalang. Mungkin salah satu dari mereka yang menjadi pelaku begal kemarin,” jelas Adjie, warga Sei Langkai.

Sementara itu, Ilham seorang pedagang yang biasa menjajahkan dagangannya di sekitar ‘Traffic Light” Jembatan Nato mengaku kaget. Aksi dari para pelaku tergolong nekat. Padahal disekitar lampu merah simpang Nato tergolong ramai dari aktivitas malam.

“Bisa-bisanya tuh begal beraksi di jembatan. Sayangnya lokasi disekitar jembatan tertutup dari kasat mata kami karena terhalang pohon. Coba aksinya kami ketahui mungkin sudah kami kejar itu pelaku,” cetusnya.

Penulis : Putra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here