Direktur Direktorat Polisi Perairan (Ditpolair) Polda Kepri, Kombes Pol Teddy Marbun di Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Batam, Jum’at (03/03). Foto : putra

BATAM, SIJORITODAY.com- –Upaya penyelundupan 1.150 ekor burung berbagai jenis melalui pelabuhan tikus dari Negara tetangga Malaysia kembali digagalkan Polisi Perairan (Polair) Polda Kepri pada Kamis (02/03) sekitar pukul 02.00 WIB.

Direktur Direktorat Polisi Perairan (Ditpolair) Polda Kepri, Kombes Pol Teddy Marbun mengatakan, penangkapan iribuan burung tersebut berdasarkan informasi dari masyarakat yang mencurigai dua unit kendaraan roda empat di Teluk Mata Ikan, Batu Besar, Nongsa.

Polisi kemudian turun ke lokasi dan langsung melakukan pengembangan dan pengintaian. Alhasil dua kendaraan roda empat beserta kedua supir berinisial MJ dan HD berhasil diamankan.

“Awalnya saat pemeriksaan petugas kita mengira muatan yang diamankan diduga berisi TKI Ilegal dan narkoba. Eh ternyata isinya puluhan kotak buruh Kacer dan Murai Batu,” jelas Teddy.

Burung-burung berharga mahal tersebut diduga diselundupkan dari Malaysia. Saat pemeriksaan kedua spengemudi yang diamankan tidak dapat menunjukan dokumen lengkap atas muatan yang dibawa.

“Setelah diperiksa, setidaknya ada 70 kotak kandang burung dengan isi yang bervariasi hingga 20 ekor burung pada setiap kandang. Akhirnya kedua kendaraan bersama muatan langsung digiring ke Mako Polair Polda Kepri di Sekupang,” tegas Teddy saat dijumpai di Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Batam, Jum’at (03/03).

Untuk menjaga kondisi burung agar tetap hidup. Ditpolair Polda Kepri menitipkan barang bukti di Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Batam.

Sementara terhadap kedua pengemudi mobil yang mengangkut burung-burung tersebut masih dilakukan pemeriksaan di Mako Polair Sekupang. Namun pihak Polair polda Kepro masih belum mengetahui kemana burung asal Malaysia akan dikirim.

 

Penulis : Putra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here