Wakil Bupati Kabupaten Lingga, Muhammad Nizar bersama pihak Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) IV tinjau permasalahan bendungan Air Gemuruh Dabosingkep. Foto : jon cosmos

LINGGA, SIJORITODAY.com– – Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) IV menemukan penyebab keruhnya bendungan baru Air Gemuruh Dabosingkep, Kabupaten Lingga. Keruhnya air pada bendungan tersebut akibat erosi dan longsor pada bagian hulu aliran sungai.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Air Tanah dan Air Baku di Balai Wilayah Sungai Sumatera IV Lukman mengatakan, longsor tersebut jatuh ke aliran sungai dan mengakibatkan material sedimen terbawa air hingga masuk ke bendungan tersebut.

“Kami sudah cek ke lapangan langsung, bahwa terjadi runtuhan pada tebing sungai di hulu aliran sungai ini. Itulah yang memberi kontribusi terbesar terhadap keruhnya air di bendungan,” kata dia, saat memaparkan hasil investigasi BWS kepada Wakil Bupati Lingga di Daik pada Rabu (15/3) malam.

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) wilayah Dabosingkep menghentikan sementara penyaluran air baku ke masyarakat selama 3 hari akibat air baku di bak penampungan keruh.

Penghentian dilakukan pihak PDAM mendapat keluhan dari banyak konsumen. Bahkan sejumlah pihak menuding, bendungan baru yang selesai dibangun oleh BWS Sumatera IV pada penghujung tahun 2016 lalu, merupakan proyek gagal dan menjadi penyebab keruhnya air di bak penampungan PDAM.

Dari hasil investigasi yang dilakukan tim BWS Sumatera IV di sekitar lokasi sungai Air Gemuruh diketahui bendungan air baku yang dibangun BWS Sumatera IV sudah sangat baik. Bahkan dilengkapi dengan saluran pembuangan endapan material sedimen pada sisi bawah bendungan.

Namun akibat adanya erosi dan reruntuhan tebing yang diduga akibat dari penebangan hutan secara liar di hulu sungai Air Gemuruh, memberi kontribusi cukup besar terhadapa kekeruhan air waduk.

“Dari lahan yang dibuka itu, memang ada sedimen. Tapi tidak sebesar kontribusi yang dibuat oleh longsor di hulu sungai. Saya juga masih mendengar ada bunyi deru mesin penebang pohon di bagian hulu bendungan. Kami minta, tolonglah sama-sama kita jaga fasilitas yang jadi kebutuhan orang banyak ini,” ungkapnya.

Bendungan yang dibangun BWS sebatas bendungan air baku, bukan air bersih atau air minum. Untuk menyalurkan air bersih ke masyarakat, merupakan kewenangan PDAM setempat.

Di luar permasalahan keruhnya bendungan Air Gemuruh tersebut, Lukman mengatakan, seharusnya tidak berdampak langsung pada kegiatan penyaluran air dari PDAM ke masyarakat. Karena, bendungan berkapasitas tampung 30 Liter/detik yang telah beberapa kali mendapat tudingan buruk dari sejumlah pihak tersebut, sama sekali belum difungsikan.

“Prediksi kami, bulan Februari hingga Maret ini kemarau. Jadi rencana serah terima bangunan fisik dan pengelolaannya itu setelah musim kemarau berakhir,” jelasnya.

Pemerintah daerah hingga kini belum juga memasang saluran pipa yang terkoneksi dengan perangkat Sedimen Trap bendungan Air Gemuruh tersebut. Artinya regulasi penyaluran air baku ke masyarakat masih seperti biasa.

Pihak BWSS IV berharap Pemkab Lingga segera memasang saluran penyambung dari Sedimen Trap bendungan tersebut agar saat serah terima nanti air di bendungan langsung dapat disalurkan ke konsumen.

BWSS menyayangkan adanya tudingan sejumlah pihak yang telah menyudutkan BWS. Hal itu berpotensi mengganggu hubungan baik dan komitmen yang telah terbangun antar pemerintah daerah dengan pihaknya.

“Niat kami disini baik, waduk yang kami bangun ini untuk masyarakat, bukan untuk kami. Kami harap kedepannya pemerintah dan masyarakat lebih mendukung lah,” harapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Kabupaten Lingga, Muhammad Nizar yang mendengar langsung penjelasan pihak BWSS di ruang rapat kantor Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Lingga, turut menyayangkan adanya tudingan miring sejumlah pihak terhadap BWSS IV.

Namun, Nizar optimis pemerintah daerah dan BWSS IV akan tetap menjaga dan melanjutkan komitmen bersama untuk terus membangun sarana kebutuhan masyarkat Kabupaten Lingga.

Penulis : Jon Cosmos

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here