TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – -Belum disegelnya tower ilegal yang berada di Gudang Minyak kilometer 2 Tanjungpinang, Sekretaris Daerah kota Tanjungpinang Riono mengatakan bahwa kewenangan tersebut ada di Satpol PP Tanjungpinang.

Dikatakan Riono, beberapa waktu lalu sudah dilaksanakan pertemuan dari pihak pengembang dan warga sempadan, atas dasar pertimbangan maka, pihaknya memberikan waktu kepada pihak pengembang tower agar melakukan pendekatan kepada warga sempadan.

“Kemaren sudah dikasih waktu 2 atau 3 bulan gitu untuk melakukan Pendekatan ke masyarakat sempadan, itu la yang kita tunggu,” ungkapnya.

Seperti yang diketahui, beberapa bulan tower ilegal tersebut masih berdiri tegak tanpa mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang dikeluarkan BP2T Tanjungpinang.

“Tower tersebut bagaimana mau keluar IMB warga sempadan seluruhnya belum menyetujui,” ujar Riono usai acara Forum RT/RW di pondok santai, Kamis (16/03).

Sementara, salah satu warga sempadan Sumarno menegaskan, bahwa dirinya tidak akan pernah setuju atas berdirinya tower tersebut karena tidak ada sosialisasinya terhadap beberapa warga sempadan.

“Harga diri beberapa warga sempadan telanjur sudah dilecehkan, untuk itu, kami gak akan pernah setuju,” ungkap Sumarno dengan kesal.

Sebanyak 6 Kartu Keluarga (KK) di sekitaran tower ilegal tersebut diketahui sudah mutlak menolak atas berdirinya tower tersebut.

Hingga kini, tower ilegal tersebut terkesan dibiarkan Satpol PP Tanjungpinang tanpa ada penyegelan awal. Meskipun, instruksi dari dewan tidak di indahkan juga, pihak Satpol PP tetap berpegang teguh belum menyegel tower tersebut dengan alasan menunggu surat rekomendasi dinas Tata kota Tanjungpinang yang diketahui Dinas Tata Kota Sudah Bubar.

 

Penulis : Akok

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here