TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – – Sekretaris Daerah kota Tanjungpinang  Riono, pasca Direktur Utama BUMD, Asep Nana Suryana ditetapkan tersangka oleh Polda Kepri atas kasus Pungutan Liar (Pungli) dalam waktu dekat akan mengagendakan rapat koordinasi dengan Direksi BUMD.

Dalam rapat yang akan digelar nantinya itu, juga membahas bagaimana nasib perusahaan PT Tanjungpinang Makmur Bersama kedepan pasca penetapan status tersangka Direktur Utama BUMD Tanjungpinang.

“Kita tunggu saja proses berjalan dari pihak berwajib. Untuk BUMD nya sendiri sebagai sebuah perusahaan gak mungkin gara-gara masalah ini harus berhenti. Masih ada pengurus yang lain seperti Direksi dan Direktur sehingga organisasi tetap harus berjalan,” tegasnya.

Kasus yang menjerat Dirut BUMD Tanjungpinang ini bergulir setelah Tim Sapu Bersih (Saber) Pungli Polda Kepri menangkap karyawan BUMD Tanjungpinang, Slamet, Jumat (17/2) lalu, di Pasar Bintan Centre, Tanjungpinang Timur atas Operasi Tangkap Tangan (OTT) Pungli.

“Saya sebagai Komisaris sudah minta diagendakan untuk pertemuan antara Komisaris dengan Direksi. Salah satu agenda membahas terkait status Direktur Utama (Dirut), Asep Nana Suryana ditetapkan tersangka oleh Polda Kepri,” kata Riono yang juga sebagai Komisaris di BUMD Tanjungpinang, Selasa (21/3).

Selaku Komisaris, Riono tetap memikirkan langkah-langkah kedepan guna menyelamatkan BUMD Tanjungpinang. Riono juga mengetahui bahwasanya Asep Nana Suryana ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Kepri.

“Saya dikasih tau dari media,” ucapnya.

Dikatakannya, hingga kini pihak Polda Kepri belum memberitahu dirinya tentang status Asep yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

“Setahu saya perusahaan BUMD Tanjungpinang sudah mempunyai Penasehat Hukum yakni Urip Santoso,” terangnya.

Riono memberitahu bahwa ia pernah diperiksa sebagai saksi, dan yang mendampingi dirinya adalah Urip Santoso.

“Seingat saya ada 26 pertanyaan termasuk data pribadi yang ditanyakan penyidik ke saya,” ungkapnya.

Untuk itu, Riono belum menentukan pelaksana tugas (Plt) pengganti Asep Nana Suryana karena harus melakukan rapat koordinasi terlebih dahulu.

“Segera mungkin kami akan menyusun jadwal rapat koordinasi. Penetapan Plt belum. Kita akan bahas dahulu dengan bagian ekonomi dan inspektorat guna meminta masukan permasalahan ini,” tutupnya. (Akok)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here