BATAM, SIJORITODAY.Com – –¬†Menindaklanjuti beberapa keberhasilan Tim Avsec Bandara Hang Nadim dalam mencegah upaya penyelundupan Narkoba melalui Bandara Hang Nadim, menumbuhkan kesadaran bahwa akan selalu ada upaya dari beberapa pihak untuk berusaha meloloskan narkoba. Mengingat “bisnis” narkoba ini cukup menggiurkan dan melibatkan jumlah uang yang sangat besar.

Untuk meningkatkan kewaspadaan dan menjalankan beberapa upaya pencegahan, Manajemen BUBU Hang Nadim melakukan kerja sama dengan BNN, Bea Cukai, Imigrasi, Karantina, Maskapai penerbangan, Ground Handling dan Kepolisian RI, Kamis (6/04) melaksanakan coffee morning and informal meeting, untuk berdiskusi mengidentifikasi berbagai modus penyelundupan narkoba, dan beberapa upaya pencegahan kedepan serta meningkatkan kewaspadaan akan bisnis narkoba.

Berbagai upaya saat ini telah dilakukan oleh pihak-pihak berwenang dalam menangani kegiatan penyelundupan narkoba tersebut.

Salah satunya dari Bea Cukai Batam akan menempatkan unit K-9 anjing pelacak untuk identifikasi dini terhadap barang-barang bawaan penumpang yang datang dan berangkat melalui Bandara Hang Nadim, selain tetap melaksanakan prosedur rutin pemeriksaan barang dengan menggunakan mesin X-ray atau pun pemeriksaan manual oleh petugas.

Kewaspadaan akan ancaman bahaya narkoba ini juga menjadi tanggung jawab bagi semua pihak, karena Indonesia merupakan salah satu target market bagi bisnis narkoba.

Batam yang diketahui sebagai entry gate bagi Indonesia bagian barat menjadi sasaran tersendiri bagi para penyelundup untuk memasukkan narkoba. Berbagai pola dilakukan oleh para penyelundup, dan Provinsi Kepri dijadikan sebagai transit point bagi narkoba yang masuk melalui beberapa negara tetangga, seperti Malaysia dan Singapura.

Komitmen penuh dari para stake holder Bandara Hang Nadim akan menjadi benteng pertahanan yang kokom dalam melawan upaya para penyelundup dalam memasukkan barang haram yg dapat merusak generasi bangsa. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here