Pelabuhan RORO Penarik Kabupaten Lingga Terbakar. Foto : jk

LINGGA, SIJORITODAY.com– – Kecewa, kesal dan marah tergambar jelas pada wajah Bupati Lingga H Alias Wello Sip saat menijau bangunan pelabuhan Penarik yang hangus terbakar. Meski tak sampai menghambat pelayanan keberangkatan penumpang, kebakaran sedikit banyak akan mengganggu pelayanan publik pada pelabuhan yang baru setahun beroperasi tersebut.

“Pelabuhan ini baru dan fungsinya sudah sangat vital. Kita terpaksa memanfaatkan bangunan lain untuk menggantikan sementara fungsi kantor dan loket pelayanan tiketnya,” ujar Alias Wello.

Tentang penyebab kebakaran menurut Bupati, tim dari kepolisian masih terus melakukan olah TKP. Kecil kemungkinan penyebab kebakaran karena unsur kesengajaan.

“Kalau dugaan sabotase kemungkinannya kecil. Tapi jika hasil penyilidikan mengarah pada unsur kesengajaan kami minta penegak hukum benar-benar menuntaskannya,” ungkap Alias.

Lanjut Bupati Lingga, kedepan pelabuhan Roro Penarik dan seluruh bangunan kantor milik pemerintah di Kabupaten Lingga wajib ditempatkan petugas jaga.

“Petugas jaga itu harus disiapkan. Bukan hanya disini saja (pelabuhan Roro), tapi semua kantor milik pemerintah,” ujarnya.

Bupati meminta pihak terkait menggesa pemulihan fasilitas dan mempercepat masuknya arus listrik. Kebakaran Kantor Pelabuhan Roro Penarik yang terjadi Selasa (9/5) lalu, cukup mengejutkan banyak pihak.

Menurut keterangan saksi mata, api tersebut dimulai pada bagian atas bangunan kantor Selasa (9/5) sekitar pukul 23.00 WIB. Hingga saat ini belum diketahui penyebab kebakaran tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lingga Yusrizal SH mengatakan, kebakaran tersebut terjadi diluar jam kerja petugas Dishub.

“Tidak ada seorang petugaspun di lokasi, karena kejadiannya di luar jam kerja. Pelabuhan ini tutup jam 16:30 WIB setiap harinya,” ujaranya.

Menurut Yusrizal, kebakaran yang terjadi di pelabuhan Roro Penarik diduga ada unsur kesengajaan. Karena tidak ada sumber penyebab yang memungkinkan api muncul di lokasi tersebut.

“Pelabuhan tersebut belum dilengkapi PLN, mesin genset hanya untuk keperluan MB atau kebutuhan turun naik jembatan. Tiap malam pintu pagar dikunci, karena belum ada penjaga malam. Anggota yang bertugas hanya 5 orang tenaga honor THL ditambah 1 orang PNS ( koordinator),” ungkapnya.

Satu-satunya saksimata yang melihat kebakaran seorang petugas jaga malam di SPBU Batu Kapak Penarik yang berlokasi tepat di sebelah TKP.

“Menurut keterangan saksi, api tersebut dimulai pada bagian atas bangunan kantor. Memang bagian atap bangunan ini terbuat dari bahan karet yang mudah terbakar,” jelasnya.

Sejumlah petugas kepolisian dari Polsek Daik dan Polres Lingga masih mendalami penyebab kebakaran gedung utama kantor pelabuhan Roro Penarik Kabupaten Lingga. Kapolsek Daik Lingga Iptu Sugianto, melalui Kanit Reskrim Ipda Suwondo mengaku sejauh ini pihaknya belum dapat menyimpulkan penyebab terjadinya kebakaran, namun pihaknya akan terus melakukan penyidikan dengan memanggil sejumlah saksi.

“Kita masih melakukan pendalaman, karena kita belum mendapatkan secara persis sumber api tersebut.”ujar Ipda Suwondo.

Hingga Saat ini, lokasi kebakaran sudah ditindak-lanjuti oleh pihak kepolisian dengan memasang garis polisi (Police Line) dan olah TKP. Pihak kepolisian menaksir kerugian yang dialami negara mencapai Rp100 jutaan.

Penulis : Jon Kosmos

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here