TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – – Adanya antrian panjang disetiap Sentra Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) di Kota Tanjungpinang dan mulai langkanya Premium, membuat Fraksi PDI Perjuangan di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tanjungpinang terpanggil. Mereka, melalui Ketua Fraksi PDI Perjuangan, Muhammad Syahrial meminta agar pengalihan itu ditunda dan dilakukan dengan sesuai prosedur.

“Menanggapi kelangkaan BBM jenis premium di seluruh SPBU Tanjungpinang dan sekitarnya akibat kebijakan pengurangan kuota premium sebesar 70% oleh PT. Pertamina Region 1 Cabang Batam, yang dimulai 10 Mei 2017, dua minggu sebelum ramadhan dengan tujuan untuk mengalihkan konsumsi premium ke pertalite, fraksi PDI Perjuangan DPRD Tanjungpinang menilai bahwa kebijakan tersebut tidak tepat,” ujar Iyai sapaan akrabnya ketika menghubungi Sijori today

Lanjutnya, adapun alasannya antara lain penerapan kebijakan dilaksanakan tanpa koordinasi dengan Pemprov kepri maupun Pemko Tanjungpinang.

“Tidak dilakukan sosialisasi terlebih dahulu, sehingga masyarakat kaget dan mengalami kesulitan,” tegasnya.

Sosialisasi harus dilaksanakan dua minggu sebelum memasuki bulan Ramadhan.

“Untuk itu fraksi PDI Perjuangan akan mengusulkan kepada Pimpinan DPRD dan Pimpinan komisi terkait agar segera dilaksanakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) mengenai masalah tersebut. RDP ini juga mengundang lansung pihak Pertamina dan pihak-pihak terkait, dengan tujuan agar penerapan kebijakan tersebut ditunda sampai lebaran degan dilaksanakan sosialisasi terlebih dahulu ke masyarakat,” ungkapnya. (Akok)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here