BINTAN, SIJORITODAY.com – – Dua Kepala Desa ( Kades ) di Bintan, Kepulauan Riau ditahan Kejaksaan Negeri ( Kejari ) Tanjungpinang, atas dugaan penyelewengan Anggaran Dana Desa (ADD) Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dari dua mata anggaran APBDes dan APBN, pada Selasa (15/8/2017).

Dua kades berinisial Y Kades Malang Rapat, dan H Kades Penaga tampak pasrah saat digiring ke mobil tahanan Kejari Tanjungpinang.

Kedua Kades itu diduga korupsi Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) tahun anggaran 2016, tampak dengan santai mengunakan rompi korupsi dengan dikawal jaksa dari Kejari Tanjungpinang.

Kasi Pidsus Kejari Tanjungpinang, Benny Siswanto mengatakan, Dua tersangka ditahan karena terbukti mengunakan anggaran Alokasi Dana Desa ( ADD ) dan Dana Desa ( DD ) tahun 2016. Dengan modus tersangka membuat SPJ fiktif dalam kegiatan fisik. Yang mana Kerjaan belum selesai, namun anggaran bisa dicairkan mereka hingga 100 persen.

“Akibat perbuatan kedua tersangka, dari hasil audit sementara BPKP, negara dirugikan sekitar 500 juta,” ujar Beny.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 2 Junto Pasal 3, Pasal 8, Pasal 9 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman 14 tahun penjara. (GDM)

Editor: Akok

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here