Ing Iskandarsyah, Bakal Calon Wali Kota Tanjungpinang, foto: Ist

TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – -Ing Iskandarsyah yang biasa dipanggil bang Is atau “Abang Kita” merupakan seorang tokoh muda yang dimiliki oleh Provinsi Kepulauan Riau saat ini. Gagasan, pemikiran dan spiritnya telah mengantarkan sosoknya sebagai salah seorang legislator yang handal dan mumpuni yang dimiliki oleh DPRD Provinsi Kepulauan Riau.

Legislator yang sudah dua kali mengemban amanah wakil rakyat di Provinsi Kepulauan Riau ini, memang terbilang memiliki kualitas dan komitmen yang kuat didalam memajukan daerah. Berbekal pengalaman dan keahlian sebagai teknokrat lulusan Belanda, Ing Iskandarsyah memiliki cita-cita mentransformasikan pengalaman dan kemampuannya kedalam sistem Pemerintahan.

Berbagai pengalaman organisasi kemasyarakatan pernah ditekuninya diantaranya, dibidang charity dan sosial. Pernah juga menjabat sebagai Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia Belanda, Ketua Organisasi Keluarga Islam Delft-Belanda, Pengurus dan Khatib Masjid Al-Hikmah Den Haag dan Pendiri Indonesische Stichting Nederland (ISNED).

Sepulang dari Belanda, Ing Iskandarsyah memulai rutinitasnya dengan mendirikan Komunitas Kepri Mengajar, dengan memberikan pendidikan gratis kepada anak-anak putus sekolah dan pelajar kurang mampu. Baginya, ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang mampu disebarluaskan dan memberikan manfaat positif bagi sesama anak negeri.

Sosok yang lahir pada tanggal 19 Juli 1972 ini juga menjabat sebagai Ketua Harian Ikatan Alumni SMAN 1 Tanjungpinang (Ikasmansa), Ketua Umum Gerakan Permasyarakatan Minat Baca (GPMB) Kepulauan Riau dan Pembina Komunitas Bakti Bangsa yang berorientasi pada Pendidikan Mengajar.

Sederatan organisasi sosial yang pernah digelutinya telah mengantarkannya berpikiran terbuka dan memilih menitih jalur berorganisasi politik. Dalam pandangan Ing Iskandarsyah yang juga merupakan Alumni SMAN 1 Tanjungpinang Angkatan 1991 ini, bahwa selama masih berada diluar sistem, maka apapun program itu dan sebaik apapun konsep itu tidak akan mampu memberikan dampak yang signifikan terhadap tujuan yang ingin dicapai. Oleh karena itu, dirinya memilih masuk ke organisasi partai politik dan Partai PKS yang menurutnya sejalan dengan dirinya dalam rangka memberikan kontribusi bagi kemaslahatan masyarakat di Provinsi Kepulauan Riau.

Suami dari Siti Rojiah ini, memang tidak pernah bercita cita menjadi seorang Legislator. Dirinya masuk ke Partai PKS hanya untuk mentransformasikan ilmunya melalui partai politik. Tentu harapannya agar melalui Partai Politik tersebut akan mampu menjembatani pemikiran pemikirannya kepada masyarakat.

Seiring waktu, dirinya memperoleh kesempatan untuk terjun langsung mengimplementasikan ilmu yang dimilikinya dengan menjadi Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau. Meskipun begitu, dirinya beranggapan itu bukanlah tujuan utama. Posisinya di Legislator merupakan peluang untuk menghadirkan perubahan yang lebih baik, dan kesempatan untuk mengimplementasikan gagasan- gagasannya serta sebagai sarana aktualisasi terhadap cita-citanya membangun kehidupan masyarakat yang lebih baik.

Baginya, berpolitik itu bukan sekedar ikut ikutan atau sekedar mencari popularitas diri, akan tetapi yang terpenting adalah sarana menuju keteraturan dan sebuah cara menuju peradaban.

“Partai politik selayaknya menjadi wadah pengabdian dan pelayanan yang harus berorientasi pada nilai nilai kebenaran, kejujuran dan keadilan,” ujarnya dikala itu.

Hal ini pula yang selalu dirinya sampaikan pada kader-kader muda di dunia politik.

“Hidup itu harus bermanfaat dan memberi manfaat seluas-luasnya bagi kehidupan bermasyarakat, beragama, berbangsa dan bernegara,” urainya.

Ing Iskandarsyah yang juga peminat kopi ini, banyak belajar dari Almarhum H.M.Sani, Sang “Untung Sabut”. Sosok almarhum H.M Sani merupakan orang tua sekaligus guru baginya. Banyak pengajaran dan teladan hidup maupun pengetahuan dan pengalaman yang beliau dapatkan dari sosok yang dikenal dengan istilah “Sani Ayah Kita” tersebut.

Berangkat dari semangat yang dimiliki oleh Almarhum H.M.Sani, Ing Iskandarsyah menyadari bahwa pengabdian itu tidak mengenal batas apalagi usia, karena hidup ini memang harus bisa bermanfaat bagi sesama dan mengabdi bagi agama, negeri dan bangsa.

Beliau punya pandangan sederhana terhadap kepemimpinan sebuah negeri, bahwa menjadi pemimpin itu pada prinsipnya hanya dengan mendistribusikan APBD secara adil dan merata dan menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

Bang Is yang biasa disapa ini, sering meluangkan waktunya bersama rekan-rekannya untuk menikmati secangkir kopi di Ibukota Provinsi Kepri ini.

Ketua Fraksi dari PKS DPRD Provinsi Kepri itu sering bercerita tentang Kota Tanjungpinang sebagai Ibukota Provinsi Kepulauan Riau. Menurutnya, Kota Tanjungpinang sudah saatnya menjadi salah satu Ibukota Provinsi di Indonesia yang harus diperhitungkan. Banyak potensi diwilayah ini yang bisa diberdayakan dan menjadi sumber kekuatan ekonomi. Namun sayangnya belum dikelola secara optimal.

Sosok Ing Iskandarsyah memiliki banyak pengalaman dalam hidupnya. Pahit manisnya kehidupan pernah ia lalui. Dari mengajar dan mendidik anak-anak negeri ini secara gratis, sampai pernah menjadi Ketua Komisi II di DPRD Provinsi Kepulauan Riau.

Bapak dari satu orang anak ini juga terkenal dengan sikap pluralismenya. Kepulauan Riau khususnya Tanjungpinang, dari dulu merupakan kawasan yang terdiri dari bermacam macam etnis dan suku bangsa, baginya itu merupakan modal besar yang bila keragaman itu dapat dibina dalam semangat ke bhinekaan akan menjadi kekuatan bagi negeri tersebut.

Masing masing suku di indonesia khususnya Tanjungpinang, Kepri, tentunya memiliki keunggulan dan kekhasan bermacam-macam dan ini menurutnya, merupakan khazanah keragaman yang luar biasa.

“Dengan siapapun kita berkawan dan tanpa harus dikotak kotakkan, apalagi dengan mendikotomi kesukuan atau keagamaan. Begitu juga dalam hal saling berbagi, kita tidak perlu mengelompokkan orang berdasarkan etnis atau kelompok tertentu,” tungkasnya.

Hal tersebut sangat pantas menjadikan ing Iskandarsyah sebagai sosok motivator dan intelektual muslim yang cukup mumpuni dalam kancah perpolitikan lokal maupun tatanan Pemerintahan. Sebagai anggota DPRD Kepri, tentunya beliau sudah terbiasa bersentuhan langsung dengan birokrasi Pemerintahan dan sangat faham akan tatanan birokrasi di Pemerintahan.

Low Profile, dermawan dan murah hati, serta agamis yang didukung oleh integritas dan track record yang mumpuni, menjadi salah satu alasan beberapa pihak yang mengharapkan agar beliau maju dalam bursa Calon Walikota Tanjungpinang yang akan digelar pada 2018 mendatang.

Kepribadian yang sederhana, gagasan besar, serta konsep aksi dan komitmen yang sangat realistis inilah yang membuat beberapa tokoh masyarakat menginginkan Ing Iskandarsyah maju dalam bursa Calon Walikota Tanjungpinang Periode  2018 – 2023.

Penulis: Akok

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here