TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – -Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Tanjungpinang secara resmi dipimpin oleh Yandi Andrian, SH. Politisi muda berumur 27 tahun ini yang juga merupakan Tenaga Ahli Fraksi Kebangkitan Nasional di DPRD Provinsi Kepulauan Riau, saat ini tengah konsentrasi melakukan konsolidasi di internal partai yang baru dipimpinnya tersebut.

Saat ditemui oleh awak media ini, Yandi menuturkan, bahwa benar telah terjadi perubahan unsur Pimpinan DPC Partai PKB Kota Tanjungpinang, pasca pengunduran diri Bang Vio (Oktavio Bintana) sebagai Ketua. Saat ini dirinya lah yang diamanatkan oleh DPP dan DPW Partai PKB Provinsi Kepulauan Riau sebagai pelaksana Tugas Ketua.

“Ini merupakan amanah untuk memimpin Partai PKB Kota Tanjungpinang dan saat ini kami masih dalam tahap konsolidasi internal dan persiapan Muscab,” ujar Yandi, Rabu (23/08/2017).

Ketika disinggung apakah perubahan tersebut ada kaitannya dengan ajang Pilkada Kota Tanjungpinang yang akan digelar pada 2018 mendatang. Yandi hanya tersenyum.

“Kami ini partai kecil di kota ini dan kami sadar diri bahwa kami tidak memiliki satupun kursi di DPRD Kota Tanjungpinang. Soal Pilkada, kami tidak mau terlalu jauh berspekulasi, apalagi bicara dukungan dan koalisi. Kami ngukur dirilah dan lebih memilih idem dulu,” katanya.

Partai berlambang bola dunia ini, dibawah kepemimpinan Yandi Andrian akan lebih konsentrasi untuk konsolidasi dan pemantapan sistem kepartaian. Hal ini dilakukan lebih kepada persiapan menghadapi Pemilu 2019 mendatang.
Jaringan nahdiyin yang merupakan salah satu basis utama PKB dan beberapa jaringan sayap partai akan ikut menambah kekuatan dari Partai yang pernah didirikan oleh Gusdur tersebut.

“Kami terus menginventarisir para tokoh tokoh nahdiyin di kota ini dan dalam waktu dekat ini saya akan sowan termasuk rekan rekan dari sayap partai. Selama ini memang sistem kepartaian tidak berjalan optimal sehingga banyak kader kader PKB yang putus komunikasi. Saya mencoba membangun itu kembali dan saya optimis mereka masih setia terhadap partai ini,” tuturnya.

Meskipun Partai PKB identik sebagai Partai Islam, PKB tetap membuka diri bagi siapapun yang memiliki visi dan tujuan yang sama.

“Kami tetap membuka diri bagi siapapun dan tidak membatasi partai ini selama masih dalam koridor aturan partai. Apalagi menjelang Pemilu 2019, kami akan maksimalkan kerja politik dan tentunya kami juga mentargetkan untuk mendapatkan kursi di legislatif, kami tidak mau pilu di Pemilu ini,” tutupnya Yandi.

Penulis: Akok

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here