TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – -Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak meminta agar lembaga-lembaga keagamaan menjalin komunikasi. Sebab, dengan komunikasi maka saling pengertian diantara lembaga-lembaga keagamaan akan mendorong harmonisasi di masyarakat.

“Saya sering bertanya ke pendeta. Ada berapa kenalan ustad. Ada berapa kenalan biksu. Pendeta harus ¬†bergaul dengan ustad, biksu dan pemuka agama lain,” kata Jumaga saat menghadiri pelantikan Persekutuan Gereja dan Lembaga Injili Indonesia (PGLII) di GPI Bengkong, Sabtu (26/8).

Karena, dengan komunikasi dapat mendorong saling pengertian, dan saling menjaga diantara pemeluk agama. Sehingga, dengan demikian gesekan dan sifat intoleransi dapat pelan-pelan dihilangkan.

Pemerintah, sambungnya, siap menjembatani hubungan seluruh agama ini. Karena, pemerintah menjamin pengembangan keagamaan di Kepri.

Sementara itu, ketua PGLII terpilih Jimmy Loho mengatakan siap bersinergi dengan pemerintah membangun Kepri sejahtera. Maka dari itu, selepas pelantikan ini, PGLII akan segera mencoba memberikan dampak bagi Provinsi Kepri. “Kita akan berjuang melawan radikalisme, terorisme, intoleransi dan tentunya peredaran narkoba,” kata Jimmy.

Salah satu fokus utama PGLII adalah berusaha membina keluarga agar harmonis. Karena lewat keluargalah sukses tidaknya suatu masyarakat.

Hadir dalam pelantikan tersebut, ketua umum PGLII Pdt. Roni Manda, Pdt. Boyke Turangan dan pendeta-pendeta dari gereja lain. Hadir juga anggota Komisi I DPRD Kepri Thomas Suprapto. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here