TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.Com- -Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Dukcapil Provinsi Kepri menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) tingkat Kabupaten/Kota tentang pencapaian target Nasional Akta Kelahiran 0-18 tahun, pada tanggal 4 – 5 September, di Hotel Aston, Tanjungpinang, Selasa (5/9/2017).

Ketua pelaksana kegiatan Ir.Nasril menyampaikan, di gelarnya rapat koordinasi tersebut guna penataan dan pendataan tentang pencapaian target akta kelahiran 0-18 tahun khusus wilayah Provinsi Kepri, sebab mengingat capaian nasional sekitar 85% Kepri harus mencapai target tersebut.

Merujuk pada UU No. 24 tahun 2013 tentang perubahan UU No. 23 tahun 2006 tentang pentingnya administrasi kependudukan yang wajib di ketahui seluruh warga negara indonesia dalam penataan penertiban dan penerbitan dokumen yang juga di atur dalam surat keputusan Presiden nomor 36 tahun 1990 konvensi tentang hak anak guna mendapatkan hak – hak kewarganegaraan.

“Kepemilikan akta lahir sangat penting untuk melindungi anak-anak dari upaya eksploitasi atau trafficking,” ujarnya.

Nasril menambahkan, DPMD Dukcapil Provinsi Kepri terus mendorong peningkatan kepemilikan akta kelahiran di Provinsi Kepri. “Saya menghimbau kepada masyarakat yang belum memiliki akta kelahiran supaya membuat akta kelahiran ke Disdukcapil kabupaten/kota masing – masing,” tambahnya.

Sedangkan untuk capaian pendataan di Kepri terhadap pemilik akta kelahiran, Tanjungpinang pada posisi 95,64% dari 68.916 orang jumlah anak dan yang memiliki akte 65.910 orang, di susul dengan Natuna 87.35% dari 26.888 anak yang punya akta kelahiran 23.487 orang, Anambas capaian 83,19% dari 15.677 anak yang memiliki akte 13.047 anak, Lingga 83,18% dari 30.018 anak yang memiliki akte 24.970 anak, Batam 78,89% dari 359.724 anak yang memikiki akte 37.236 anak, Karimun 64,45% dari 75.427 anak yang memiliki akte 48.4999 anak.

Disamping itu, Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Drs. Akhmad Sudirman Tavipiyono, MM. MA menuturkan, kepemilikan akta kelahiran harus terus di dorong di berbagai daerah, mengingat capaian akte kelahiran secara nasional pada akhir 2017 ini 85%. Sedangkan capaian saat ini baru mencapai 77,74%. Artinya, ada beberapa persen lagi yang harus di kejar.

“Kita terus bekerja keras untuk menyelesaikannya, jadi kedatangan saya turun dari pusat ini dalam rangka evaluasi untuk mempercepat KTP- el dan akta kelahiran,” ungkapnya.

Hingga kini, katanya Dukcapil telah melakukan kinerjanya secara maksimal mulai dari peningkatan sumber daya pelayanan Disdukcapil melalui pelatihan hingga pembenahan peralatan alat-alat perekaman.

“Saya pesankan kepada Disdukcapil yang ada di semua kabupaten/kota jika ada alat perekaman yang rusak segera di kumpulkan di dinas PMD dan Dukcapil Provinsi agar segera di kordinasikan untuk di ganti,” ujarnya.

Dia juga menghimbau kepada Dukcapil kabupaten/kota untuk terus bekerja keras dan melakukan inovasi yang pada intinya berlomba-lomba pada kebaikan.

Peserta rapat kordinasi tersebut di hadiri sejumlah 80 orang yang terdiri dari kepala dinas, sekretaris, kepala bidang pendaptaran penduduk dan pencatatan sipil serta ADB kabupaten/kota, Badan/biro/dinas/instansi dilingkungan Pemerintah Provinsi, pejabat struktural, Dharma wanita provinsi,dan bidan.

Dan sejumlah narasumber, diantaranya Drs. Akhmad Sudirman Tavipiyono, MM. MA selaku Direktur Pencatatan sipil Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil,  Sakaria, SH. M.Si Kasubdit Fasilitasi Pencatatan Kelahiran dan Kematian Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

penulis : beto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here