BATAM, SIJORITODAY.com – – MA alias A diringkus jajaran Polda Kepri pada Minggu (17/09/2017) lalu sekira pukul 06.15 Wib lantaran menyimpan Tablet diduga Ekstasi sebanyak 42.382 butir di Tas Ransel warna hitam, di Pelabuhan Rakyat belakang rumah makan Bundo Kanduang, Sei Jodoh, Kota Batam.

Kapolda Kepri, Irjen Pol. Sam Budigusdian menerangkan, tiga orang anggota Polisi bernama Brigadir Denny Putra bersama Briptu Alamin Vinansius Siahaan dan Briptu Novri Edi memperoleh informasi dari masyarakat, bahwa ada 1 (satu) orang laki-laki bernama A yang membawa atau memiliki Narkotika jenis Ekstasi di Pelabuhan Rakyat belakang Rumah Makan Bundo Kanduang Sei Jodoh Kec. Batu Ampar Kota Batam.

Setelah mendapatkan informasi dimaksud, kemudian polisi melakukan penyelidikan disekitar Pelabuhan Rakyat belakang Rumah Makan Bundo Kanduang Sei Jodoh. Terlihat 1 (satu) orang laki-laki (ciri-cirinya sama dengan informasi yang diterima) sedang berdiri dekat Sepeda Motor yang diparkir dengan jarak + 20 meter dari pelantar Pelabuhan Rakyat tersebut sambil menyandang Tas Ransel warna hitam dan memegang 1 (satu) buah kantong plastik warna merah.

“Kemudian para ketiga polisi langsung menghampiri dan menangkapnya sambil memperkenalkan diri dari Kepolisian, dan setelah ditanyakan identitasnya mengaku bernama MA alias A,” ujar Kapolda.

Saat dilakukan penggeledahan didalam Tas Ransel warna hitam dan kantong plastik warna merah yang dibawanya, ditemukan beberapa bungkusan berisikan Tablet diduga Ekstasi yang diakui diambil atau dijemput dilaut perairan antara Indonesia dan Malaysia atas suruhan seorang laki-laki yang baru 2 (dua) hari dikenalnya mengaku bernama inisial A dengan dijanjikan upah sebesar Rp. 5.000.000 (lima juta) Rupiah.

“Rencana pelaku, setelah barang dibawa dari laut akan diserahkan kepada sdr. A disimpang jalan masuk Pelabuhan Rakyat belakang Rumah Makan Bundo Kanduang Sei Jodoh tersebut. Namun Polisi berhasil mengamankan pelaku terlebih dahulu,” ujarnya.

Kapolda menyampaikan, adapun barang bukti yang berhasil disita polisi yakni, 1 (satu) buah TAS Ransel warna hitam merek Polo, didalamnya terdapat, 1 (satu) kantong plastik The Cina merek Guan Yin Wang warna hijau berisikan 20 (dua puluh) bungkusan plastik bening berisi Tablet diduga Ekstasi, total jumlah sebanyak 19.808 butir.

Kemudian, 3 (tiga) bungkusan Aluminium foil masing – masing berisikan 8 (delapan) bungkusan plastic bening berisi Tablet diduga Ekstasi, total jumlah sebanyak 11.383 butir. Serta 1 (satu) buah kantong plastic warna merah yang didalamnya terdapat kantong kertas bermotif bunga, berisikan 3 (tiga) bungkusan Aluminium foil masing-masing berisi 8 (delapan) bungkusan plastik bening berisi Tablet diduga Ekstasi, total jumlah sebanyak 11.191 butir.

Total jumlah Tablet diduga Ekstasi sebanyak 42.382 butir, dengan perincian 19.808 butir warna cream logo F1, 12.281 butir warna pink logo B29, 10.311 butir warna biru logo B29, 1 (satu) unit Handpone Nokia 103 warna biru tua dengan kartu Simpati Nomor 08127533928, dan 1 (satu) unit Sepeda Motor Yamaha Mio warna merah dengan Nomor Polisi BP 4749 FT.

Akibat perbuatannya, pelaku disangkakan Pasal 114 ayat (2) dan atau Pasal 112 ayat (2) Undang – Undang Republik Indonesia No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Penulis: Akok

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here