TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – – Sedikitnya 12 orang narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas II A Tanjungpinang (Tpi) yang berasal dari daerah Batam, Karimun, dan Tanjungpinang telah menjalani Pembebasan Bersyarat (PB), namun proses PB yang merupakan hak narapidana itu kabarnya tertahan di Lapas Kelas II A Tanjungpinang, Kilometer 18.

Hal tersebut dikatakan oleh salah satu narapidana yang namanya sengaja tidak disebutkan. Tertahannya PB tersebut menimbulkan tanda tanya besar.

“Mereka tidak meminta, tapi sepertinya mereka menunggu inisiatif para napi agar PB tersebut dikirim ke Kanwil,” tungkasnya, pada Rabu (29/11/2017).

Kepada Sijoritoday.com, sumber ini mengatakan, seharusnya ada narapidana yang telah bebas pada bulan November 2017 ini, namun karena PB tersebut masih ditahan pihak Lapas sehingga napi tersebut masih mengendap di balik jeruji besi Lapas Narkotika.

Bahkan, sumber didalam Lapas ini membeberkan, penyeludupan narkoba di Lapas Narkotika ini berhasil masuk, dugaan masuknya narkoba tersebut atas kerjasama oknum pegawai Lapas dan Oknum Narapidana.

“Dugaan Ada pegawai yang main dengan napi, pegawai ini yang jadi pilotnya beli diluar bawak masuk kedalam, suruh Kalapas bang, test urine semuanya disini kalau berani, biar ketahuan siapa yang pakai, saya berani karena saya tidak melakukan,” urainya.

Menanggapi informasi ini, Kepala Lapas Kelas II A Tanjungpinang, Misbahudin ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp membantah akan kepengurusan PB yang diendapkan pihaknya, karena semua pemenuhan hak-hak bagi warga binaan harus direspon dan dilakukan dengan baik. Hal Itu dilakukan apabila semua persyaratan sudah terpenuhi yaitu syarat administratif dan syarat subtantib.

“Artinya warga binaan berkelakuan baik selama menjalani hukuman dan berkas-berkas jaminan dari keluarga terpenuhi. Selama ini semua berjalan lancar tidak ada kendala,” katanya.

Sementara itu, untuk narkoba, Misbahudin mengaku bahwa Lapas yang dipimpinnya terus melakukan Zero Halinar.

“Hp, pungli dan narkoba tolong di cek kembali dan jangan ada info yang keliru di km.18. Itu ada 2 lapas jadi cek kebenarannya. Dan saya pikir Mas kekantor aja supaya infonya bisa dicek kebenarannya,” imbuhnya kepada awak media ini.

Dirinya juga telah siap untuk menggelar test urine kepada seluruh jajarannya dan narapidana. Bahkan, bagi napi yang telah keluar SK PB nya, pihaknya langsung mengetes urine yang bersangkutan terlebih dahulu. Hal tersebut dilakukan agar sewaktu bebas yang bersangkutan tidak terindikasi lagi menggunakan narkoba.

“Itu sudah kita lakukan bulan yang lalu terhadap 16 orang napi, hasilnya negatif semua kita punya alat lengkap bisa dicoba,” kata dia.

Namun pejabat satu ini ketika dikonfirmasi kapan akan melakukan tes urine mendadak kepada seluruh pegawai dan napi ? Jawabannya terkesan membingungkan.

“Kalau sampean mau coba dites pakai alat kami bisa datang ke lapas ditunggu,” tegasnya.

Kemudian ketika awak media ini mencoba bertanya maksud dari jawaban tersebut. Misbahudin menjelaskan, hal itu bermaksud jika ingin melihat alat kelengkapan yang dimiliki pihak Lapas Narkotika.

“Ya….maksud saya kalau mau melihat kelengkapan alat yang kami punya . Jadi kita ini bekerja ada SOP nya masyarakat luas juga perlu tau apa yang kami kerjakan sebagai tempat pembinaan bagi wbp,” tutupnya.

Penulis: Akok

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here