TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – – Untuk meningkatkan minat siswa masuk ke MTS Tambelan, sejumlah warga Tambelan di perantauan memberikan beasiswa kepada 16 orang siswa MTs swasta di Tambelan. Setiap siswa mendapatkan Rp200.000 per/bulan selama tiga tahun menjadi siswa MTS Tambelan.

Menurut koordinator beasiswa MTs Tambelan Robby Patria, dengan adanya bantuan tersebut diharapkan merangsang anak anak maupun orang tua di Tambelan untuk menyekolahkan anaknya di MTs Tambelan yang sudah berdiri selama 65 tahun.

“Karena pendidikan agama yang baik dapat membentengi anak anak zaman sekarang dari kenakalan remaja,” kata Robby kemarin.

Robby mengatakan, sejumlah warga Tambelan baik berada di Tanjungpinang, Bintan, Natuna, Bali, Batam dan Jakarta ikut andil menjadi orang tua asuh kepada 16 anak tersebut. Sistemnya beasisw diberikan enam bulan sekali kepada pihak Yayasan Pendidikan Islam yang mengelola MTS Tambelan.

Setiap orang tua asuh bertanggungjawab selama tiga tahun menjadi pemberi beasiswa kepada anak anak MTS.

” Ini bentuk kepedulian kita agar MTS Tambelan tetap eksis menyelenggarakan proses pendidikan yang berkualitas,” ujarnya.

Robby juga berharap, agar kedepan MTS Tambelan dapat dinegerikan oleh pemerintah Indonesia. Karena proses pengajaran di sekolah tersebut sudah berlangsung selama 65 tahun dan telah menghasilkan ribuan alumni.

“Sekarang berkas penegerian MTS Tambelan ini sudah diserahkan Kementerian Agama Wilayah Kepri kepada Kementerian Agama di Jakarta.Mudah mudahann karena letak MTs Tambelan ini di wilayah perbatasan dan terpencil menjadi dasar kuat pemerintah untuk dijadikan sekolah negeri,” kata dia.

Ditambahkannya, program beasiswa tersebut akan berlanjut terus menerus. Bahkan, direncanakan juga lulusan terbaik dari MTs akan disekolahkan ke pondok pesantren di Jawa. Dengan harapan setelah mereka lulus bisa mengabdi dengan berdakwah di Tambelan.

“Tapi itu masih rencana jangka panjang.Dan ada beberapa donatur yang mau berbagi rezekinya menyekolahkan anak anak Tambelan,” kata Robby.

Dari sekian beberapa donatur yang menjadi orang tua asuh, lanjut Robby, ada mantan Kepala Densus 88 Republik Indonesia Brigjen (Pur) Suryadarma yang pernah menjadi kapolsek Tambelan tahun 1980 an ikut terlibat menjadi orang tua asuh.

” Pak Surya menanggung beberapa anak Mts Tambelan.Itu bentuk perhatian beliau kepada Tambelan dan menjadikan Tambelan kampung kedua bagi Pak Surya,” kata Robby.

Dia menyebut, selama ini pemerintah sudah memberikan bantuan operasional kepada sekolah.Tapi tidak memberikan bantuan beasiswa kepada siswa.

Meskipun nilai program sosial dari warga Tambelan perantauan ini nilainya tidak terlalu besar, namun bisa meringankan beban orang tua dalam menyekolahkan anaknya. Karena per enam bulan dana yang diberikan sekitar Rp19 juta untuk 16 siswa.

“Mudah mudahan semakin banyak warga Tambelan di perantauan yang terlibat aktif untuk menstimulus kemajuan pendidikan agama di Tambelan,” katanya. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here