Foto : dispenlantamal4

TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com– – Menindak lanjuti berita yang beredar luas di media tentang penjualan pulau Ajap yang berlokasi di Kepulauan Riau, Komandan Pangkalan Angkatan Utama Angkatan Laut (Lantamal) IV Tanjungpinang, Laksamana Pertama R. Eko Suyatno, segera memerintahkan Staf Intelijen untuk melakukan pengumpulan data serta mencari kebenaran tentang penjualan pulau tersebut.

Pada tim pengumpulan data Sintel Lantamal IV, Said Alhadit (34th) warga kota Tanjungpinang, putra dari salah seorang pemilik pulau Ajap membantah telah menjual pulau Ajap.

Diakui Said Alhadit sekitar tahun 2015 atas permintaan oarangtuanya Shaid Muctar, pernah menawarkan pulau Ajab milik keluarga seluas 24 ha melalui situs didit_alattas@ymail.com. Kemudian ada salah seorang warga negara asing berminat membeli.

Setelah mengetahui pulau tidak dapat diperjual belikan pada orang asing, niat tersebut akhirnya dibatalkan. Namun hingga kini Said tidak berhasil menghapus pengumuman penjualan tersebut dari situs didit_alattas@ymail.com miliknya.

Ditambahkan Said, baik dirinya dan pihak keluarga tidak pernah berhubungan dengan situs online privateislandonline.com yang berkantor di Toronto, Canada. Situs tersebut mengumumkan tentang penjualan pulau Ajab seharga $ 3.300.000 atau sekitar Rp 44 miliar yang kemudian menjadi viral di media sosial.

Foto : dispenlantamal4

Luas pulau Ajap ± 30 ha berjarak 3 NM dari Pos Pemantau Angkatan Laut Kijang dengan luas daratan lebih kurang 300.000 M2. Daratan tertinggi lebih kurang 10 meter dari permukaan laut dikelilingi hutan mangrove.

Pulau tersebut berada di wilayah Desa Mantang Lama, Kecamatan Bintan Timur, Provinsi Kepri. Di sana tidak terdapat bangunan atau penduduk yang menetap, namun di bagian tengah pulau tersebut sekitar 10.000 M2 terdapat tanaman tidak terawat, diantaranya pohon jati, kelapa, nangka dan petai yang diperkirakan berumur sekitar 5-8 tahun. Tanaman tersebut merupakan milik Said Muctar oarang tua Said Alhadit.

Tim Sintel Lantamal IV yang menemui Kepala Desa Mantang Lama memperoleh keterangan bahwa Pulau Ajap berada di wilayah kerja  Desa Mantang Lama. Menurut pengakuan kepala desa, sampai saat ini belum mengetahui adanya transaksi jual beli tanah di Pulau Ajap.

Pihak Desa telah melakukan peninjauan bersama unsur Muspika diantaranya Camat Mantang, Danramil 02/ Bintan Timur, Kapolsub Sektor Mantang Polsek Bintan Timur dan  Kades Mantang Baru ke Pulau Ajab dan kemduain memasang bendera Merah Putih di pulau tersebut.

Penulis : red

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here