TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – -Jelang pelaksanaan Pilkada Kota Tanjungpinang 2018 ini, Panwaslu Kota Tanjungpinang semakin memperkuat pengawasan, sekaligus upaya penanganan dan penindakan setiap pelanggaran yang terjadi bersama tim Sentra Gakkumdu (Sentra Penegakan Hukum Terpadu).

“Sebelumnya, Panwaslu telah melakukan koordinasi dengan Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang dan Kasi Pidum Kejari Tanjungpinang dalam upaya penguatan Sentra Gakkumdu guna menindak Pelanggaran “, ujar Ketua Panwaslu Kota Tanjungpinang, Maryamah, Senin (22/01/2018).

Menurutnya, kelompok kerja Sentra Gakkumdu telah terbentuk bersama unsur Panwaslu, Polres dan Kejari.

“Tim akan standby di kantor Panwaslu. Direncanakan Selasa (23/1) akan melakukan rapat bersama,” kata Maryamah.

Sebagaimana diketahui, akhir pekan lalu Panwaslu Tanjungpinang menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Sentra Gakkumdu, yang diselenggarakan oleh Bawaslu Provinsi Kepri (17-19/01), di BCC Hotel, Batam.

Dalam kegiatan tersebut hadir juga Ratna Dewi Pettalolo, SH, MH selaku Kordiv Penindakan Bawaslu RI, Muhammada Sjahri Papene, SH selaku Ketua Bawaslu Provinsi Kepulauan Riau, Kapolda Kepri Irjen Pol Drs. Didid Widjanardi, SH, Kepala Kejaksaan Tinggi Provinsi Kepri Yunan Harjaka, SH, MH, Kasubag Hukum, Kasat Polres dan Kasi Pidum Kejari se-Kepri, serta unsur anggota Panwaslu Kabupaten/kota ,Peserta se-Kepri.

Acara tersebut untuk menyamakan persepsi dan membangun emosional yang kuat, antara Bawaslu, Panwaslu, Polri dan Kejaksaan, dalam penanganan dan penindakan pelanggaran Pilkada 2018 maupun Pemilu 2019.

Ketua Bawaslu Provinsi Kepri, Muhammad Syahri mengungkapkan maksud dan tujuan pembentukan Gakkumdu adalah menyamakan pemahaman dan pola penanganan penindakan pelanggaran Pilkada/Pemilu serta menguatkan kelembagaan sentra Gakkumdu.

Sementara itu, Kepala Kepolisian Daerah Kepulauan Riau, Irjen Pol Drs. Didid Widjanardi, SH Dalam sambutannya mengatakan, perkembangan teknologi di zaman sekarang khususnya media sosial dapat digunakan untuk sarana berkampanye. Untuk itu, anggota Bawaslu Kepri perlu dilatih dalam menangani kasus Black Campaign dan berita hoax sekitar pemilu/pilkada yang biasanya akan bermunculan di media sosial menjelang Pilkada Tanjungpinang ini.

“Kita jangan terlena meskipun kita hanya melaksanakan Pilwako di Tanjungpinang, kita harus senantiasa bersiaga menghadapi kemungkinan terburuk.” ujar Kapolda Kepri.

Penulis: Beto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here