TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – -Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepri mencatat pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepri pada triwulan IV 2017 tumbuh sebesar 2,57 persen.

Kepala BPS Kepri, Panusunan Siregar memaparkan, pertumbuhan ekonomin Kepri pada triwulan I tumbuh 2,02 persen, triwulan II 1,06 persen dan triwulan III tumbuh 2,38 persen dan triwulan IV 2,57 persen selama 2017.

“Triwulan IV ini yang tertinggi selama 2017 yaitu 2,57 persen,” kata Panusunan, Senin (6/2) usai pres rilis di Kantor BPS Kepri.

Menurutnya, dengan terciptanya iktim yang kondusif di Batam mengakibatkan industri-industri Kepri sudah mulai bergairah. Tertampak bahwa industri manufaktur sudah mulai bergairah.

“Kalau secara kumulatif memang masih kecil yaitu 1,56. Tapi kan di triwulan I, II dan III industri pengolahan kan babak belur, kontraksi,” katanya.

Ia menambahkan, untuk perbandingan pertumbuhan ekonomi Nasional dengan Kepri sangat jauh, karna Nasional sudah 5,07 persen.

“Tapi, satu hal yang kita perhatikan sejak kepala BP Batam yang baru sudah nampak hasil kerjanya dengan bergairahnya industri pengolahan kembali yang tumbuh 2,57 persen,” ucapnya.

“Yang jelas ini sudah mulai menunjukkan perbaikan. Penggerak ekonomi di Kepri masih disektor industri,” tambahnya.

Ia menambahkan, seharusnya APBD itu sudah bisa di eksekusi untuk peransang atau sitimulator untuk menggerakkan roda besar. Terntunya, bukan hannya APBD Pemerintah Provinsi tapi juga APBD Pemerintah Kota.

“Kita berharap di Triwulan I 2018 akan lebih membaik. APBD sangat berperan aktif dalam pertumbuhan ekonomi di Kepri,” harapnya.

BPS hanya menyiapkan kompas dan pelita agar setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kepri bisa mempersiapkan langkah-langkah selanjutnya dalam hal menjaga inflasi di Kepri apa lagi tak lama lagi bulan Ramadhan.

“Tak lama lagikan Ramadhan, jadi kita masih ada waktu untuk menjaga inflasi agar bisa menekan harga,” tutupnya.

Penulis: Beto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here