Seskab Pramono Anung memberikan sambutan pada launching lomba Media Sosial (Medsos) #MenujuIndonesiaMaju, di aula Gedung III Kemensetneg, Jakarta, Senin (26/3) siang. (Foto: Rahmat/Humas)

JAKARTA, SIJORITODAY.com – – Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung mengemukakan, di era era sosial media sekarang ini, apa saja bisa terjadi dengan begitu cepat, begitu dahsyat, tanpa orang bisa melakukan apa-apa terhadap hal tersebut.

Karena itu, Seskab menyampaikan bahwa peran netizen yang tidak anonim ini menjadi penting untuk mengedukasi sekaligus memberikan literasi media.

“Menyampaikan pesan mengenai apa yang dilakukan oleh pemerintah apa adanya itu diperlukan, tidak perlu ditambah-tambah,” kata Seskab saat memberikan sambutan pada launching lomba Media Sosial (Medsos) #MenujuIndonesiaMaju berhadiah total Rp107 juta (sudah dipotong pajak), di aula Gedung III Kemensetneg, Jakarta, Senin (26/3) siang.

Dalam kesempatan tersebut, Seskab menyampaikan gagasan, mungkin sekali-kali, bukan hanya wartawan saja, tapi netizen bisa diberikan kesempatan untuk ikut Rapat Terbatas di dalam ruangan, supaya tahu bagaimana Presiden menyampaikan, dan mereka bisa live tweet atau live di Facebook atau Instagram, untuk berbagi tentang apa yang sedang dilakukan oleh pemerintah.

Menurut Seskab Pramono Anung, sekarang ini orang baca koran sudah semakin menurun, orang nonton televisi (TV) juga jauh menurun, karena sekarang dengan gawai yang dimiliki orang bisa melihat apa saja.

“Saya ini termasuk yang jarang sekali mendengarkan berita politik di TV, saya kalau di rumah atau mobil yang saya tonton adalah olahraga, sepeda, basket NBA, atau masak-memasak, karena apa yang kita urus setiap hari ‘kan sudah politik,” ungkap Seskab.

Ia menilai, di era media sosial (medsos) sekarang ini, peran netizen sangat penting untuk mengedukasi publik.

“Netizen tinggal memilih sekarang ini mau jadi hatersatau mau jadi lovers. Karena menjadi lovers atau haters itu adalah pilihan,” ujar Seskab seraya menambahkan, sekarang ini, hampir semua peristiwa politik itu terjadi pembelahan yang luar biasa.

Tetapi bagusnya, menurut Seskab, peristiwa politik apapun tidak mempengaruhi peristiwa ekonomi. Karena itu, ia persilakan Dirut Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo untuk terus bergerak memajukan usaha perbankan yang dipimpinnya.

Tampak hadir dalam kesempatan itu antara lain Dirut Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo, Wakil Sekretaris Kabinet (Waseskab) Ratih Nurdiati, Wakil Dirut Bank Mandiri Sulaiman Arif Arijanto, Alexandra Askandar Direktur Hubungan Kelembagaan Bank Mandiri, Deputi Seskab Bidang Polhukam Fadlansyah Lubis, Deputi Seskab Bidang PMK Surat Indijarso, Deputi Seskab Bidang Dukungan Kerja Kabinet Yuli Harsono, Staf Ahli Seskab Drs. Raso, Wasit Saronto, M. Amperawan, dan Thanon Aria Dewangga, Staf Khusus Seskab Emir Kresna Wardhana dan Indra Bagus Kramadipa, serta Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Hafas.

Sumber: Setkab.go.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here