Yacht dari mancanegara ketika berlabuh di laut Anambas, belum lama ini. Tahun 2018 ini, sekitar 120-150 yacht akan kembali singgah di Anambas. Mereka akan menikmati keindahan alam Anambas. foto: Disparbud Anambas

ANAMBAS, SIJORITODAY.com – Turis asing ini akan datang saat acara Sail Anambas-Natuna yang direncanakan pada bulan Mei-Juni 2018 ini. Dimas Febry Rachmansyah, Kasubsi Informasi Sarana Komunikasi Pengawasan dan Penindakan Kantor Imigrasi Kelas 3 Tarempa mengatakan, informasi yang diperolehnya, ratusan yacht akan masuk ke Anambas tahun 2018 ini.

”Kabar yang kita dapat ada sekitar 150 kapal, minimal 120 kapal Yacht,” ujar Febry saat rakor Tim Pengawasan Orang Asing (POA) di ruang pertemuan Kantor Imigrasi Kelas 3 Tarempa Anambas, akhir pekan lalu.

Seperti biasa, masuknya kapal asing ini akan diawasi betul-betul. Mulai dari pengecekan dokumen kapal hingga dokumen personel. Sementara itu untuk sandar yacht masih sama yakni di samping pelantar beton Semen Panjang yang sekarang sudah menjadi Jalan Selayang Pandang.

Oleh karena itu, untuk meningkatkan pengawasan orang asing, tim berencana untuk menambah anggota tim pora. Bahkan jika memungkinkan, kedepan akan dibentuk tim pora hingga ke tingkat kecamatan.

”Kita kalau bisa nantinya akan membentuk tim pora hingga ke kecamatan,” ungkapnya lagi.

Untuk pengawasan orang asing khususnya eks ABK asing yang saat ini belum dikembalikan juga menjadi perhatian bersama. Pasalnya, mereka dibiarkan bebas berkeliaran dikemukakan warga. Oleh karena itu Camat Siantan Ardan mengimbau agar ABK asing ini diamankan dengan baik.

”Kadang mereka berkeliaran, kadang bunuh anjing warga,” ungkap Ardan.

Menanggapi hal ini, salah satu staff satker PSDKP yang ada di Antang Desa Tarempa Timur Kecamatan Siantan Irvan, mengaku, jika pihaknya kewalahan untuk menampung ABK asing karena ruangan yang ada tidak mampu menampung tahanan dengan jumlah yang banyak.

”Mereka itu memang ditahan di Anambas, tapi bukan tersangka, jadi tidak boleh dimasukkan ke dalam sel,” ungkapnya.

Apalagi ketika banyak tangkapan kapal asing yang jumlahnya lebih dari 100 ABK. Oleh karena itu, jalan yang terbaik yakni agar pengembalian orang asing ke negara asal harus dipercepat.

”Kadang hanya 6 bulan saja sudah dikembalikan ke negara asal tapi kadang lebih dari itu,” ungkapnya.

Saat pertemuan itu, tim membahas sejumlah isu strategis di Anambas. Seperti mengenai adanya tenaga kerja non prosedural, penanganan imigran ilegal, banyaknya orang asing seperti eks ABK kapal asing yang berkeliaran di Anambas hingga acara sail Anambas-Natuna.

Red

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here