Walikota Batam HM Rudi

 

BATAM, SIJORITODAY.Com — Masyarakat kota Batam dihebohkan dengan tarian tak senonoh yang mengarah pada pornoaksi dan pornografi yang dipertontonkan sejumlah wanita berpakaian minim dan melakukan tarian erotis di depan umum bahkan anak-anak dalam acara yang dihelat ormas Penjaga MArwah Rudi (PMR) di alun-alun Engku Putri, Batam pada Sabtu (14/4/2018) lalu.

Sebuh video tarian erotis dalam rangkaian acara bertajuk Sexy Bike Wash beredar luas dan meresahkan warga di tanah Bumi Melayu ini dan ramai diperbincangkan.

Walikota Batam HM Rudi langsung bersikap menanggapi tarian erotis tersebut. Ia juga geram karena namanya dicatut dalam kegiatan yag menuai kontroversi itu.
“Saya sama sekali tidak tahu dan tidak ada kaitannya dengan kegiatan itu,” ujar Rudi, Minggu (15/4/2018) untuk mengklarifikasi masalah tersebut.

Ia lalu minta polisi untuk memeriksa panitia acara untuk mencocokkan permohonan pengajuan izin yang disampaikan panitia dengan kegiatan yang sebenarnya, yang telah selesai digelar. “Kalau tidak sesuai, berarti itu pelanggaran. Tangkap saja panitianya,” ujarnya menambahkan.

Pemerintah Kota Batam diakuinya telah menerbitkan izin penggunaan alun-alun Engku Putri untuk kegiatan tersebut. “Tapi, kami tidak tahu run down acaranya, dan tidak menyangka acaranya berisi hal-hal tidak pantas seperti itu,” katanya.

Ia juga telah menyuruh ormas Penjaga Marwah Rudi untuk menyelesaikan masalah ini dan menghapus namanya dari ormas tersebut.

Terpisah, Ketua Penjaga Marwah Rudi (PMR) Aksa Halatu meminta maaf terkait tarian erotis itu. “Ini pukulan telak untuk saya. Secara hukum dan kemanusiaan saya yang bertanggungjawab. Karena menyangkut nama pak Rudi ini tanggung jawab saya. Saya minta maaf untuk masalah ini,” ujar Aksa.

Menurut Aksa, tarian erotis itu adalah bagian dari acara anniversary New Vixion Lighting Family (NVLF) Batam. Sedangkan PMR hanya melakukan pelantikan pengurus dan tari zumba serta pengobatan gratis.

Menurutnya acara tersebut bermula dari kesepakatan bersama antara PMR dan komunitas NVLF Batam untuk menggelar acara secara bersamaan. PMR menggelar pelantikan sementara NVLF menggelar anniversary ke 3. Walau dibingkai dalam satu kegiatan, ia mengaku rangkaian acara merupakan tanggungjawab masing-masing.

Soal agenda Sexy Bike Wash, ia mengaku sejak awal mengetahui hal tersebut. Namun ia mengklaim, seksi yang ia pahami masih dalam batas wajar. Sesuai dengan pemaparan NVPL seksi dalam hal tersebut masih dalam batas wajar dan tidak melanggar norma, yakni seklompok perempuan cantik berpakain celana panjang dan normal tanpa mengumbar aurat.

Sementara itu, penasehat NVPL Batam Hendra Saputra juga meminta maaf atas kejadian tersebut dan mengaku acara tersebut merupaka acara NVPL. Namun seperti pengakuan Aksa, ia mengklaim seksi tidak seperti yang mereka pahami.

“Kami mohon maaf kepada umat islam Batam, masyarakat Batam pak Muhammad Rudi juga PMR dan semua yang terkait. Kami mohon dimaafkan, kami khilaf,” ujar Hendra.

Ketua MUI Batam KH Usman Ahmad berharap agar kejadian ini jadi intropeksi setiap komunitas di Batam. Ia berharap baik komunitas asli Batam maupun dari luar menghargai marwah Batam yang menjunjung tinggi norma dan mengusung bandar dunia madani.

“Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Kita perlu daerah ini kondusif. Kita harus jaga marwah itu,” pungkasnya. (sito 7)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here