TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – – Menyikapi statemen Ketua BP Pemilu DPC PDI-Perjuangan Tanjungpinang, M Syahrial yang mengatakan Rahma belum pernah menyampaikan permohonan atau permintaan pengunduran diri sebagai anggota DPRD dari partai PDI-Perjuangan, Rahma pun mencoba mengklarifikasinya.

Rahma mengaku memiliki bukti bahwa dirinya sudah mengundurkan diri dari anggota DPRD Kota Tanjungpinang dari fraksi PDI-Perjuangan. Surat pengunduran dirinya itu sudah jauh hari diantar dan yang mengantarnya adalah saudara Rasyid.

“Semuanya sudah diantar, kita punya tanda bukti serah terimanya,” ucap Rahma, Senin (30/4) saat jumpa pers.

Terkait apa yang disampaikan Syahrial melalui pesan Whatshap, Agung Wira Dharma suami dari Rahma pun angkat bicara. Dia menilai itu tidak mendasar, karena pengantaran surat tersebut berdasarkan arahan dari Sukandar selaku Ketua DPC PDI-Perjuangan.

Dia mengungkap, peraturan undang-undang yang dirujuk itu bukan yang seharusnya. Dimana pada Pasal 69 ayat 1 itu mengatur tentang pemerintahan daerah bukan sistem pengunduran diri DPRD.

“Nah, ini kan menjadi sebuah pembodohan publik. Dan itu akan buruk bila menjadi asupan masyarakat luas jadinya,” ucap Agung Wira Darma selaku suami Rahma.

Agung menghimbau secara tegas kepada para pendukung ‘Sabar’ agar selalu tegas dan jangan mundur dengan isu apapun. Mundurnya Rahma juga sudah berdasarkan surat dari Kemendagri Otda.

” Jangan takut, itu hanya gertakan yang tidak berdasar,” ucap Agung.

Menurutnya, syarat pencalonan Istrinya itu bukan tentang pengunduran diri dari partai, namun pengunduran diri dari DPRD Kota Tanjungpinang.

“Lebih jengkelnya lagi, DPRD sudah menyetujui pengunduran diri Rahma sebagai anggota DPRD Kota Tanjungpinang, dan itu sudah di tandatangani Ketua DPRD,” katanya.

“Ketua DPRD ini dari partai apa?
kan dari PDIP kok, statmen Ketua Syarial menyampaikan tidak ada syarat pengunduran diri dari partai pengusung,” tutupnya.

Sebelumnya, Ketua Bapilu DPC PDI Perjuangan Kota Tanjungpinang M. Syahrial menegaskan, bahwa Rahma sampai saat ini “belum pernah” menyampaikan permintaan atau permohonan kepada PDI Perjuangan terkait pengunduran dirinya sebagai anggota DPRD Tanjungpinang dari PDI Perjuangan.

“Kami mengetahui, bahwa saudari Rahma sudah mengajukan surat pengunduran diri sebagai anggota DPRD ke Pimpinan DPRD Tanjungpinang “tanpa” disertai Surat Pengantar/Rekomendasi dari pimpinan DPC PDI Perjuangan Tanjungpinang, sebagaimana yang diamanatkan dalam UU No 23 Tahun 2014 tentang 69 ayat 1,” kata Syahrial dalam pesan tertulisnya, Minggu (29/04).

Syahrial menyatakan, Rahma memang telah menyampaikan surat Pengunduran Diri sebagai Anggota dan pengurus PDI Perjuangan tanggal 7 januari 2018 tanpa menyebutkan alasan pengunduran diri, dan yang disayangkan surat pengunduran diri tersebut hanya dititip melalui penjaga kantor dan di hari minggu, seharusnya berdasarkan SOP internal partai, surat masuk dan keluar partai  tidak dititipkan begitu saja melainkan diserahkan kepada ketua dan sekretaris DPC minimal pengurus DPC.

Bahkan surat tersebut hanya surat pernyataan pengunduran diri sebagai anggota dan pengurus Partai, dan itu adalah hak asasi pribadi yang bersangkutan, tidak ada permintaan atau permohonan untuk ditindaklanjuti serta bukan surat pengunduran diri sebagai anggota DPRD dari PDI Perjuangan.

“Dengan demikian, kami “membantah isu atau fitnah” bahwa PDI Perjuangan tidak mengeluarkan rekomendasi pemberhentian sdr Rahma sebagai anggota DPRD Tanjungpinang dari PDI Perjuangan untuk menghambat pencolanan ybs dalam pilwako Tanjungpinang. Karena kenyataannya tidak ada permintaan atau permohonan dari ybs sendiri kepada DPC partai,” tutup Syahrial.

Bet

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here