Oleh : Indah Wulandari
(Mahasiswa Sosiologi Universitas Maritim Raja Ali Haji)

Kota yang penuh daya tarik akan memancing banyak orang datang dan mengadu nasib di sana. Sedemikian besar daya tarik kota sampai-sampai terjadi eskalasi peningkatan yang tinggi. Begitupula dengan Kota Batam. Posisi kota yang berada di persimpangan jalur perdagangan internasional dan berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia ini menjadikan Batam sebagai kawasan investasi dan telah ditetapkan sebagai Kawasan Pelabuhan Bebas dan Perdagangan Bebas (Free Trade Zone).

Keuntungan komparatif ini menjadikan Batam sebagai kota industri di mana sektor ini menyumbang produk domestik regional bruto (PDRB) Kota Batam di atas 55% dan laju pertumbuhan ekonomi di atas 7%. Inilah yang seakan menjadi magnet bagi pencari kerja dari seluruh penjuru daerah di Indonesia, bahkan pekerja asing untuk datang ke kota yang didesain sebagai kota industri, perdagangan, alih kapal, dan pariwisata ini.

Tingginya migrasi penduduk ke Kota Batam yang mencapai 10% setiap tahunnya mengakibatkan peningkatan kebutuhan sumber daya utama sebagai syarat terciptanya kota yang cerdas dan nyaman untuk ditinggali. Batam sebagai kota besar di Indonesia bagian barat yang telah menjadi Smart City (Kota Cerdas).

Menyusul infrastruktur dan penataan kota telah terintegrasi dengan mengikuti kebutuhan masyarakat perkotaan dan ramah lingkungan sehingga nyaman untuk ditinggali dan berinvestasi. Penerapan informasi teknologi juga sangat luar biasa. Bahkan sudah dicanangkan sejak beberapa tahun lalu Batam sebagai Digital Island.

Untuk menuju kota cerdas, ada beberapa hal yang harus disiapkan. Di antaranya smart social and infrastructure yakni penyediaan fasilitas dan infrastruktur utama dalam memenuhi kebutuhan masyarakat perkotaan. Kebutuhan itu meliputi sarana air bersih, jaringan listrik, perumahan, tata kelola perkotaan dan infrastruktur, serta fasilitas pendukung lainnya

Batam sudah cukup memadai dalam penyediaan infrastruktur utama. Saat ini Batam telah memiliki enam waduk utama dan satu waduk yang sedang dibangun di kawasan trembesi guna pemenuhan kebutuhan air bersih di Batam. Listrik juga telah dialirkan hingga ke pelosok Batam dan mampu mencakup seluruh bidang baik industri maupun rumah tangga serta keperluan lainnya.

Akses keluar-masuk Batam juga telah tersedia dengan baik melalui Bandara Internasional Hang Nadim dan lima Feri Terminal Internasional sehingga memudahkan arus keluar masuk wisatawan maupun pendatang baik dari dan menuju Batam. Kondisi keamanan Batam sangat kondusif dan aman untuk interaksi sosial kemasyarakatan dan kegiatan investasi.

Dukungan aparat keamanan sangat kuat, level institusi keamanan di Kota Batam berada pada level nasional, provinsi, dan kota (Mako Marinir, Polda Kepri, Poltabes, Lanal, dan Kodim, serta dukungan Linmas). Kokohnya persatuan kemasyarakatan dan keagamaan di Kota Batam (Paguyuban semua provinsi ada di Batam, FKUB, LAM, PMB, dan ormas lainnya).

Pemerintah Kota Batam juga terus bersinergi dengan seluruh stakeholders guna memberikan kemudahan pelayanan pemerintah dalam interaksi sosial kemasyarakatan, di mana transparansi pelayanan pemerintah kepada masyarakat di sebagian besar jenjang pelayanan birokrasi sangat baik, dimulai dari tingkat kelurahan sampai kecamatan dan SKPD.

Selain itu, masyarakat juga diberikan kemudahan dalam pemanfaatan fasilitas umum milik pemerintah untuk kegiatan masyarakat. Di bidang informasi teknologi, Batam dilewati oleh jaringan kabel serat optik TIS yang memiliki panjang 1.200 km melintasi Songkhla (Thailand), Batam (Indonesia), dan Changi (Singapura). Ini tentu memberikan keuntungan bagi Batam dalam memanfaatkan teknologi informasi.

Di kota ini pula terdapat IT Center Batam yang merupakan salah satu area penyimpanan serta pengolahan data dan informasi yang terjamin dan aman, yang dimanfaatkan oleh berbagai instansi seperti Disaster Recovery Centre (DRC) oleh BIG, EKTP oleh Kemendagri, Kemenhub, BPPT, Kominfo, dan Teknet.

Untuk masyarakat, pemanfaatan teknologi informasi telah diterapkan oleh Pemerintah Kota Batam dalam pelelangan dengan penggunaan e-Proc (LPSE), penyediaan taman internet, aplikasi one stop service, aplikasi keuangan dan monitoring kegiatan, aplikasi pajak dan PBB, media center, serta pengaturan traffic light dengan ATCS di control roomuntuk mengurai kemacetan.

Di tengah pencapaian kota modern yang cerdas, unsur kemajemukan tetap diperhatikan oleh Pemerintah Kota Batam dalam menjaga keseimbangan dan pelestarian adat dan budaya. Keberadaan dan penetapan kampung tua sebagai langkah menjaga kearifan lokal dan bentuk keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat asli Batam yang telah menghuni Pulau Batam sebelum kota ini dibangun. Ada 33 kawasan kampung tua di seluruh Batam yang telah ditetapkan dan akan terus dijaga keberadaannya.

Untuk mewujudkan Batam menjadi Kota cerdas maka tak hayal juga harus memperhatikan Sumber Daya Manusia-nya, karena pembangunan pada aspek yang lainnya tidak akan pernah bisa berjalan tanpa diringi oleh kesiapan Sumber Daya Manusianya. Ketika pemerintah memperhatikan beberapa point yang disebutkan diatas maka diharapkan akan terwujudnya Kota Batam sebagai Bandar Dunia Madani yang modern dan menjadi andalan pusat pertumbuhan perekonomian nasional.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here