TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – – Semarak Hari Kemerdekaan Ke-73 Republik Indonesia di Kota Tanjungpinang sangat terasa dengan kemeriahan dan keceriaan masyarakat diberbagai lapisan. Hal ini tampak semakin semarak tatkala Penjabat Walikota Tanjungpinang, Drs. Raja Ariza, MM beserta istri mengikuti lomba joget balon berpasangan di Pesta Rakyat Kecamatan Tanjungpinang Timur, Minggu (26/8) di Fasum Takraw Perum Taman Harapan Indah, KM. X.

Raja Ariza dan istri tampak bersemangat saat mengikuti lomba joget balon berpasangan. Keduanya meliuk-liuk mengikuti hentakan dan irama yang dimainkan. Tak cukup satu lagu, malah berulangkali lagu itu diputar, balon yang berada di dahi Ariza dan Handayani tak jatuh-jatuh.

Keseruan pun tercipta dengan penuh gelak tawa para masyarakat yang turut menyaksikan pelaksanaan lomba tersebut dengan mengabadikan momen langka tersebut. Dan akhirnya, keduanya pun menyerah dengan balon yang dipertahankan dari dahi hingga ke pipi pun terjatuh dan terlepas. Tawa pun pecah seiring jatuhnya balon tersebut. “Wah, kita kalah…” jerit Ariza sembari memeluk istri tercinta.

Tak hanya itu, Ariza pun kagum dengan masyarakat Kecamatan Tanjungpinang Timur yang melaksanakan kegiatan lomba yang diikuti oleh seluruh lapisan.

“Semua anak-anak, remaja, dewasa sampai lanjut usia pun turut hadir dan berpartisipasi dalam acara ini. Luar biasa Tanjungpinang Timur ini,” ungkapnya.

Ariza dan istri pun kagum melihat jerih payah anak-anak yang mengikuti lomba panjat batang pisang yang licin karena dilumuri dengan mentega demi merebut bendera yang tertancap di ujung batang pisang untuk ditukarkan dengan uang tunai.

Di Kecamatan Tanjungpinang Barat, Ariza juga merasa takjub kepada para peserta yang mengikuti lomba karung dengan memakai helm. Tak disangka, para peserta cukup lincah dalam perlombaan tersebut. Sembari jongkok para peserta memakai helm dan badannya disarungi dengan karung goni. Dan ia pun juga turut menyaksikan berbagai jenis permainan rakyat lainnya seperti lomba mandi tepung, lomba bawa kelereng dan lain sebagainya.

Dari serangkaian kegiatan yang dilaksanakan bersamaan tersebut, tampak kemeriahan sangat terasa dari berbagai lapisan masyarakat. Berbagai perlombaan pun dilaksanakan dengan menangkap filosofi untuk memperoleh sesuatu tidaklah mudah dan butuh perjuangan.

“Sedangkan untuk merdeka saja kita sampai bertumpah darah. Hari ini kita sudah merdeka, mari kita berjuang untuk mempertahankan kemerdekaan dan untuk menjadi seorang pemenang perlu usaha dan perjuangan,” jelas Ariza.

Hum

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here