TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com — Pemko Tanjungpinang, mulai melakukan pemasangan Tapping Box di sejumlah tempat usaha, dengan tujuan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) setempat.

“Tahap awal ini sudah kita pasang sebanyak 250 unit, salah satunya di Hotel Aston,” Ujar Syahrul, di Tanjungpinang, Selasa.

Syahrul menjelaskan, Tapping box merupakan alat yang gunakan untuk memantau transaksi dari suatu tempat usaha secara online. Tujuannya untuk mencegah kecurangan, sehingga penerimaan pajak daerah menjadi maksimal.

Alat ini, kata dia, berfungsi untuk merekam data transaksi wajib pajak sehingga terhindar dari laporan internal fiktif karena dapat mengetahui pendapatannya secara riil.

Sementara bagi pemerintah daerah, alat ini bermanfaat untuk transparansi, akuntabilitas, efektifitas dan efesiensi dalam pemungutan pajak.

“Pemasangan Tapping Box ini menjadi atensi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Bank Riau Kepri, yang ditandai dengan MoU belum lama ini,” imbuhnya .

Syahrul juga mengharapkan pemasangan Tapping Box tersebut didukung penuh oleh seluruh lapisan masyarakat, terutama pihak pengusaha hotel, rumah makan, tempat hiburan malam, dan lain sebagainya.

Kendati, dia mengakui, masih ada sejumlah pengusaha yang tidak mendukung penuh  kebijakan pemerintah terkait Tapping Box itu.

“Itu hal biasa, kita akan sosialisasi terus ke para pengusaha. Ini dari kita untuk kita, untuk pembangunan Tanjungpinang ke depan,” ucapnya.

Sementara itu, Plt. Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Tanjungpinang, Riani, mengatakan Tapping Box sudah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) turunan dari Undang-Undang.

Pemasangan Tapping Box, kata Riani, mempermudah pemerintah mengetahui omset yang dihasilkan oleh pengusaha di Tanjungpinang.

“Pemasangan ini ditujukan kepada tempat usaha yang omsetnya di atas Rp6,5 juta, kalau di bawah itu tidak dikenakan,” ungkapnya.

(Mn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here