TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Juni 2019 mencapai US$1.023,92 juta, mengalami kenaikan sebesar 12,67 persen dibanding Mei 2019.
Kenaikan nilai impor tersebut disebabkan oleh kenaikan nilai impor sektor nonmigas sebesar
23,16 persen atau US$902,15 juta dan sebaliknya sektor migas mengalami penurunan sebesar 30,92 persen atau US$121,77 juta.
“Impor nonmigas terbesar adalah

golongan barang mesin/peralatan listrik (85) dengan nilai US$1.213,04 juta atau 31,45 persen dari total impor nonmigas,” kata Kepala BPS Kepri, Zulkifli, di Tanjungpinang, Kamis (18/7).

Menurut Zulkifli, bila dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya, impor Kepri mengalami kenaikan sebesar 10,71 persen, yaitu dari US$924,89 juta menjadi US$1.023,92 juta.
Kenaikan nilai impor Juni 2019 dibanding Juni 2018 disebabkan oleh naiknya impor sektor
nonmigas sebesar 15,23 persen dan sebaliknya sektor migas mengalami penurunan sebesar14,22 persen.
Total impor kumulatif bulan Januari-Juni 2019 Provinsi Kepulauan Riau adalah sebesar
US$4.538,71 juta. Jika dibanding dengan total impor kumulatif Januari-Juni 2018 mengalami
penurunan sebesar 20,72 persen, yaitu dari US$5.724,68 juta menjadi US$4.538,71 juta.
“Turunnya nilai impor Januari-Juni 2019 dibandingkan periode yang sama tahun lalu disebabkan oleh turunnya impor kumulatif komoditas migas sebesar 26,23 persen dan turunnya impor kumulatif komoditas nonmigas sebesar 19,66 persen,” ungkapnya.
Zulkifli mengatakan, Komoditi
impor terbesar di Kepri pada bulan Januari-Juni 2019 adalah hasil industri manufaktur dengan nilai impor sebesar US$3.790,43 juta dan memiliki peran 83,51 persen dari total nilai impor.
Sementara, impor Kepri selama bulan Januari-Juni 2019 dengan nilai terbesar dari
negara Singapura yaitu mencapai US$1.893,98 juta dengan peranan sebesar 41,73 persen.
(Mn)
.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here