TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com — Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB-PGRI) pusat periode 2019-2024 berkomitmen untuk menyejahterakan guru yang ada di daerah, salah satunya di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Salah seorang pengurus PB-PGRI, Dadang Abdul Gani, di Tanjungpinang, Kamis, menyatakan ada dua hal pokok yang akan diperjuangkan ke pemerintah pusat terkait kesejahteraan guru di Kepri.
“Pertama mengangkat honorer jadi PNS atau P3K. Kemudian memperjuangkan Tunjangan Profesi Guru (TPG),” kata Dadang.
Menurut Dadang, dalam tiga tahun ke depan ditargetkan ribuan honorer di Kepri bisa berstatus PNS atau paling tidak menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (P3K).
Oleh karena itu, dia menyarankan pemerintah kabupaten/kota maupun provinsi setiap tahunnya aktif mengusulkan ke pusat menyangkut pengangkatan honorer menjadi PNS atau P3K.
“Usulan itu akan kami kawal ke nasional. PGRI merupakan mitra pemerintah, kami hanya mengusulkan bukan mengeksekusi. Tapi saya yakin kalau didesak terus, pusat akan mengabulkan usulan daerah,” ungkapnya.
Mengenai Tunjangan Profesi Guru, lanjut dia, PB-PGRI juga akan terus memperjuangkan ke pusat, karena saat ini pengurusan administrasi tunjangan itu sangat rumit dan dikeluhkan tenaga pendidik.
“Kami akan minta TPG itu melekat kepada gaji. Seperti profesi dokter dan lain-lain,” imbuh mantan Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang tersebut.
 (Mn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here