TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com — Poniyem (42), Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Medan, Sumatera Utara dideportasi dari negara Singapura melalui Pelabuhan Internasional Sri Bintan Pura Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Rabu (28/8).
Wanita yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga itu dideportasi setelah menjalani pidana kurungan penjara selama empat bulan di Singapura.
Dia divonis bersalah oleh pengadilan di Singapura, akibat terbukti mengancam majikannya dengan sebilah pisau.
“Dia mengaku kerap dianiaya oleh majikannya. Karena merasa sudah tidak tahan, akhirnya muncul niat untuk melakukan tindakan itu,”
Kata Supervisor Tempat Pemeriksaan Imigrasi Pelabuhan Internasional SBP Tanjungpinang, Chairuly.
Penganiayaan itu, kata Chairuly, buntut dari  mengaku dianiaya majikan karena belakangan ia kerap meminta izin berhenti kerja dengan alasan tidak lagi betah.
Selema bekerja paspor Poniyem ditahan oleh sang majikan, sehingga ia tidak leluasa untuk berhenti kerja kecuali atas izin tuan rumah.
“Bagaimana saya mau pulang ke Indonesia, paspor saja ditahan. Saat diminta tidak pernah digubris majikan, justru dianiaya” imbuhnya.
Sementara itu, Supervisor Tempat Pemeriksaan Imigrasi di Pelabuhan Internasional SBP Tanjungpinang, Chairuly menyatakan, Poniyem merupakan TKW yang bekerja ke Singapura melalui jalur resmi.
Menurut dia, Poniyem sudah bertahun-tahun bekerja di Singapura. Hal itu dilihat dari rekam jejak paspor yang digunakan TKW tersebut.

“Bahkan dia sudah memiliki permit atau izin kerja di Singapura,” ungkap Chairuly.

Saat ini, Poniyem sudah diserahkan ke Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Tanjungpinang untuk selanjutnya dipulangkan ke daerah asalnya, Medan.

(Mn)
Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here