TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com–Perayaan Hari Ulang Tahun ke-4 Perkumpulan Keluarga Tionghua Meranti (PKTM) Kota Batam “memaksa” Plt Gubernur Kepri H Isdianto dan mantan Wagub Kepri HM Soerya Respationo untuk bernyanyi. Hasilnya, uang sebesar Rp1 miliar terkumpul untuk disumbangkan dalam pembangunan Balai Pertemuan PKTM di kawasan Bukit Senyum, Batam.

Pengumpulan sumbangan ini bermula ketika Asmin Patros, anggota DPRD Kepri diminta panitia membawa acara. Asmin, langsung bertanya kepada sekitar 4.000 masyarakat yang hadir. Yang memenuhi lantai 2, lantai 3 dan halaman Balai Pertemuan.

“Pak (Plt) Gubernur akan menyumbangkan suaranya kalau sudah terkumpul uang Rp500 juta,” kata Asmin, di Balai Pertemuan PKTM, Batam, Rabu (18/9) malam.

Seketika sumbangan dari warga yang hadir mengalir. Ada yang menyumbang Rp200 ribu, Rp300 ribu, Rp1 juta hingga puluhan juta. Tak lama, sekitar Rp500 juta terkumpul.

Isdianto pun langsung ke panggung. Kisah Kasih di Sekolah, yang dipopulerkan penyanyi Obbie Messakh dilantunkan Isdianto. Isdianto tak sendiri, dia mengajak Jumaga Nadeak, ke panggung untuk mendendangkan lagu tersebut.

Usai Isdianto dan Nadeak turun panggung, Asmin kembali beraksi. Asmin yakin kalau uang Rp1 miliar malam itu akan terkumpul jika Romo, sapaan akrab HM Soerya Respationo, ikut bernyanyi. Soerya yang tak pernah bernyanyi menyanggupinya, untuk membantu biaya pembangunan Balai Pertemuan.

Sumbangan kembali mengalir. Dari yang ratusan ribu hingga ratusan juta. Ketika sudah sampai pada angka Rp350 juta, Soerya diminta naik ke panggung. Sumbang kembali mengalir. Soerya tampak menyampaikan lagu yang akan didendangkan. Angka-angka terus mengalir.

Rupanya Soerya tak sendiri. Dia ikut mengajak Isdianto dan Nadeak kembali ke panggung. Ketua DPRD Batam Nuryanto juga ikut naik. Demikian juga dengan anggota DPRD Kepri Sugiyanto dan Widiastadi Nugroho. Tak lama, angka Rp500 juta lebih sudah terkumpul.

Lagu Cinta dan Permata dilantunkan para “boy band” tersebut. Total, angka Rp1 Miliar rupiah terkumpul malam itu.

Kebersamaan dan bekerjasama memang mengemuka dalam perayaan ulang tahun keempat PKTM itu. Pesan-pesan itu juga yang disampaikan Isdianto, Soerya dan Ketua PKTM Kasman.

“Dengan bersama kita bisa. Kita gaungkan kepada semua. Bukan masyarakat Meranti saja tapi semua di Kepri ini,” kata Isdianto, dalam sambutannya.

Isdianto dalam kesempatan itu memang mengajak seluruh keluarga besar PKTM Kota Batam bisa bersinergi dengan Pemerintah dalam pembangunan dan berkontribusi untuk kelangsungan pembangunan di Kepri dan Kota Batam khususnya.

“Bukan tidak mungkin apabila kita sudah bersatu dan bersama-sama dalam meningkatkan perekonomian maka akan tercapai target sebesar 7 persen pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepri,” kata Isdianto.

Filosofi sapu lidi juga disampaikan Isdianto. Menurut Isdianto, jika seluruh masyarakat untuk turut serta dalam suatu ikatan “sapu lidi”. Karena apabila bersatu maka akan kokoh dan bisa menyelesaikan setiap masalah yang dihadapi.

Penasihat PKTM Kota Batam, Soerya Respationo juga menyampaikan soal kebersamaan dan kerja sama. Dia mengajak masyarakat Tionghoa Meranti Kota Batam terus menjalin kebersamaan dan kekompakan. Dia mengajak semua untuk terus berkerjasama dengan seluruh elemen masyarakat lain dalam menjaga kondusifitas sehingga perekonomian berjalan maju dan terus meningkat.

“Kalau kita sendiri sendiri, kita tidak akan pernah kuat. Dengan bersama dengan bersatu maka akan jadi kuat dan besar,” kata Soerya.

Tampak hadir pada kesempatan itu Ketua PKTM Kasman, anggota DPRD Kepri diantaranya Jumaga Nadeak, Asmin Patros dan Sugiyanto, anggota DPRD Kota Batam Nuryanto dan Hendra Asman, serta tokoh Masyarakat Tionghoa Kota Batam diantaranya Abidin, Cahya, Hartono, Chun Heng.

(Rls)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here