TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – – Pasca keputusan Lurah Tanjung Unggat, Mirwansyah memutuskan tidak ada pemilihan Ketua RT 01/RW 01 untuk Warga Gudang Minyak, Kota Tanjungpinang, meskipun puluhan aspirasi warga menginginkan pemilihan Ketua RT 01 yang benar harus dilakukan sesuai undang-undang.

Karena Lurah Tanjung Unggat melantik Ketua RT 01, Sumiyono berdasarkan 2 surat berita acara yang dikeluarkan organisasi Ikatan Pemuda Gudang Minyak (IPGM). Organisasi inilah yang membentuk Panitia pemilihan.

Keputusan Lurah yang mengatakan tidak ada pemilihan Ketua RT lagi karena telah terbit SK, mendapat sorotan dari Anggota DPRD Kota Tanjungpinang, Ashadi Selayar. Politisi Golkar ini meminta Lurah Tanjung Unggat, Mirwansyah tetap menjaga suasana di elemen masyarakat tetap kondusif.

“Kita minta susasana tetap kondusif, jangan sampai menimbulkan kisruh di elemen masyarakat,” tegas Ashadi.

Ashadi menjelaskan terkait meknisme pemilihan Ketua RT, didalam pemilihan Ketua RT, panitia dibentuk oleh pengurus RT lama. Kemudian panitia membuat suatu edaran kepada seluruh warga setempat bahwa akan ada pemilihan RT dan melakukan penjaringan calon Ketua RT.

“Jadi ketika pemilihan Ketua RT setempat sudah dilakukan panitia. Surat berita acara diserahkan ke Lurah sebagai acuan Lurah untuk di SK kan. Kalau ada pemilihan RT diluar prosudur dapat terjadi Maladministrasi,” ungkapnya.

Sedangkan Lurah Tanjung Unggat, Mirwansyah belum mau memberikan tanggapannya terkait dugaan Maladministrasi yang dilakukannya.

“Nanti lah kita konfirmasi berdua,” tuturnya saat dihubungi Sijoritoday.com.

Mengutip hukumonline.com, tentang Definisi Maladministrasi

Maladministrasi menurut Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2008 tentang Ombudsman Republik Indonesia (“UU 37/2008”) diartikan sebagai perilaku atau perbuatan melawan hukum, melampaui wewenang, menggunakan wewenang untuk tujuan lain dari yang menjadi tujuan wewenang tersebut, termasuk kelalaian atau pengabaian kewajiban hukum dalam penyelenggaraan pelayanan publik yang dilakukan oleh Penyelenggara Negara dan pemerintahan yang menimbulkan kerugian materiil dan/atau immateriil bagi masyarakat dan orang perseorangan.[1]

Salah seorang warga RT 01 Gudang Minyak, Ali Ahmad memohon kepada wakil rakyat dalam hal ini DPRD Tanjungpinang memfasilitasi permasalahan tersebut agar jelas apakah yang dilakukan Lurah Tanjung Unggat telah sesuai aturan dan perundang-undangan yang berlaku terkait mekanisme pemilihan RT.

“Kita mohon kepada wakil rakyat memfasilitasi ini, agar jelas kebenarannya. Sebab, dalam pemilihan Ketua RT 01 banyak warga yang tidak terlibat dan Lurah telah bersisih keras tidak ingin batalkan SK tersebut,” kata Ali.

Menanggapi keinginan warga tersebut, Ashadi meminta warga menyurati DPRD Tanjungpinang, kemudian akan dirapatkan di DPRD untuk dilakukan Rapat Dengar Pendapat yang akan dihadirkan Lurah Tanjung Unggat dan warga yang berselisih.

Merujuk kepada undang-undang no 30 tahun 2014 tentang administrasi pemerintahan pasal 66 ayat 1 tentang pembatalan keputusan pejabat pemerintahan. Pasal 1 itu menyebutkan keputusan hanya dapat dibatalkan apabila terdapat cacat: wewenang, cacat produsur dan atau subtansi. Pada ayat 3, keputusan pembatalan sebagaimana pada ayat 1 dapat dilakukan oleh : Pejabat Pemerintahan yang menetapkan keputusan, atasan Pejabat yang menetapkan keputusan atau putusan pengadilan.

Sebelumnya diberitakan, Lurah Tanjung Unggat memutuskan tidak ada pemilihan RT 01/RW 01 untuk Warga Gudang Minyak, Kota Tanjungpinang, meskipun puluhan aspirasi warga yang datang pada mediasi ke-3 menginginkan pemilihan RT 01 yang benar harus dilakukan.

Warga menilai pelantikan RT 01 yang dilakukan Lurah setempat diduga melanggar Perda dan Permendagri tentang lembaga kemasyarakatan. Banyak warga RT 01 tidak terlibat dalam pemilihan RT tersebut.

“Keputusannya kita tetap melanjut RT 01/RW 01, karena SK nya sudah terbit, untuk batalkan SK itu butuh beberapa poin,” ujar Lurah Tanjung Unggat, Mirwansyah, saat menggelar rapat musyawarah warga RT 01 di SD 005 Bukit Bestari, Jumat (20/09/2019).

Poin yang di maksud oleh Lurah, yaitu kecuali RT yang dilantik Lurah tersebut meninggal dunia, membuat sifat tercelah dan mengundurkan diri. Menurut Lurah, poin itu warga RT 01 tidak dapat memenuhinya.

Disinggung RT 01 tidak dipilih oleh seluruh warga setempat dan hanya kelompok tertentu, Mirwansyah mengatakan RT tersebut sudah dikeluarkan SK nya dan untuk membatalkannya tidak mudah.

Dalam musyawarah ketiga ini, warga tampak merasa geram. Warga mengatakan bahwa Lurah tidak mengerti undang-undang bahkan aturan yang berlaku. Lurah juga dituding oleh warga telah memihak ke Panitia yang dipilih oleh organisasi Ikatan Pemuda Gudang Minyak (IPGM).

“Lurah harus tegas, dan mesti turun ke warga RT 01, jangan hanya bicara saja, liad kenyataannya,” kata Joni warga setempat.

“Pak Lurah jangan memihak ke mereka (panitia,red), ini aspirasi warga loh yang datang berdasarkan undangan bapak,” kata Ida warga setempat juga.

Dua orang warga juga komplen ke Lurah karena dinilai tidak menghargai warga ketika warga berbicara. Warga sedikit emosi karena ia berbicara sedangkan Lurah keasyikan berbisik-bisik dengan Bhabinkamtibmas.

“Saya ini berbicara pak Lurah tolong dihargai, kalau tak mau didengar warga bicara, jangan undang kami,” kata Joni.

Kemudian terkait kebijakan Lurah pada mediasi kedua beberapa waktu lalu, yang membuat keputusan pemilihan RT 01 dapat dilakukan apabila warga setempat yang ingin pemilihan RT bisa memenuhi 50%+1 dari 116 Kartu Keluarga (KK).

Artinya 59 KK harus terpenuhi untuk dilakukan pemilihan RT. Keputusan Lurah itu disepakati bersama antara warga. Diperjalanan Lurah kemudian membatalkan keputusan 50%+1 tersebut dengan alasan dikomplen warga yang tidak menginginkan itu.

“Kita dibohongi oleh Lurah kalau macam ini, ini pembohongan publik,” kata warga.

Namun Lurah merasa tidak membohongi masyarakat, karena dalam pertemuan sebelumnya itu yang datang ramai.

“Saya merasa tidak membohongi masyarakat,” katanya.

Musyawarah ketiga ini tidak dihadiri oleh panitia dari IPGM. Terlihat warga melampiaskan kemarahannya dihadapan Lurah karena tidak dapat memihak ke masyarakat ramai. Lurah pun tampak tersenyum menghadapinya.

 

(Ak)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here