BINTAN, SIJORITODAY.com — Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bintan, Indra Hidayat memprediksi Upah Minimum Kabupaten (UMK) Bintan 2020 sekitar Rp3,6 juta, naik dibanding UMK Bintan 2019 sebesar Rp3,3 juta.
Penghitungan UMK Bintan 2020, menurut Indra, mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) 78 tentang Tahun 2015 tentang pengupahan.
“Kemudian sesuai Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan yang telah menetapkan UMP dan UMK 2020 naik sebesar 8,51 persen,” kata Indra Hidayat, Senin (4/11).
Masalah UMK Bintan 2020, kata dia, baru akan dibahas pada 6 November 2019 mendatang bersama Dewan Pengupahan Bintan.
Di dalamnya ada unsur serikat pekerja, unsur pemerintah daerah dan Asiosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO).
Sebelum itu, lanjutnya, beberapa tahapan pembahasan UMK Bintan 2020 telah dilaksanakan, antara lain pada tanggal 24 Oktober 2019 Dewan Pengupahan sudah melakukan rapat perihal Kebutuhan Hidup Layak (KHL) Kabupaten Bintan 2019 dan pembahasan tata tertib (tatib) pengusulan UMK tahun 2019.
Kemudian, pada tanggal 31 Oktober 2019 Dewan Pengupahan Bintan kembali melakukan rapat tahap dua dengan mendengarkan ekspose dari Bank Indonesia (BI) dan Badan Pusat Statistik (BPS) tentang tingkat inflasi dan pertumbuhan ekonomi.
“Nanti tanggal 6 November 2019 kita sama-sma menghitung berapa UMK Bintan 2020 berdasarkan PP 78 tahun 2015,” tutur Indra.
(Mn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here