TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – – Kepala Bidang Penetapan Pajak BP2RD, Tina Darma Surya kembali penuhi panggilan oleh Kejaksaan Negeri(Kejari) Tanjungpinang, ia tiba di Kejaksaan Negeri pukul 14.30 Wib, pada Kamis (07/11).

Ia mendapat kembali panggilan atas dugaan penggelapan pajak, ia keluar dari ruang pemeriksaan pukul 18.00 WIB, setelah hampir kurang lebih 3,5 jam ia diperiksa.

Ia memilih untuk bungkam dari pertanyaan wartawan usai kembali di periksa. Tidak ada sedikitpun keterangan yang ia sampaikan. Ia langsung bergegas menuju mobilnya.

Sementara itu, Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Tanjungpinang, Rizki Rahmatullah mengatakan, ada rencana dua orang pihak yang di panggil hari ini. Namun ia masih menunggu keterangan dari salah satu kabid di BP2RD Tanjungpinang.

“Memang ada 2 pihak sudah kita rencanakan hari ini , tapi ternyata ada keterangan yang sangat-sangat beruntungan dari keterangan yang kita periksa hari ini, maka 2 pihak itu kita pending dulu karena keterkaitan itu, sangat perlu kita untuk mendengar dulu dari yang kita periksa tadi, salah satunya kabid di BP2RD,” ujarnya.

Menurut Rizki, tanpa ada keterangan dari salah satu Kabid BP2RD, ia mengaku belum bisa untuk memberikan keterangan baru kepada wartawan.

“Karena keterangan yang dimintai tadi gak bakal bisa kita tanyakan kalau misalnya keterangan ini belum selesai, jadi harus ada dapat dulu dari yang tadi kita mintai keterangan, baru bisa lanjut ke keterangan yang lain,” ujarnya.

Terkait lanjutan pemeriksaan oleh dua pihak, ia menyebut ada berasal dari pihak luar yang berkaitan dengan kasus yang tengah bergulir ini.

“Yang pihak dua ini sebenarnya saya belum bisa jawab, tapi ini pihak-pihak yang ada kaitannya. pihak dari luar, bukan dari BP2RD ataupun ASN Pemko,” sebutnya.

Lanjut Rizki, pihaknya meminta keterangan salah satu kabid hari ini adalah terkait pertanyaan seputaran pengolaan khusus pajak BPHTB.

“Karena ternyata pengolaan khusus untuk pajak BPHTB itu berada di wilayah pengelolaan yang mintai keterangan tadi, jadi memang ia mempunyai kapasitas yang cukup penting untuk menjelaskan sejelas-jelasnya mengenai bagaimana mekanisme pengelolaan BPHTB dibidangnya, jadi memang harus kita selesaikan dulu, Alhamdulillah tadi sudah selesai dan ada beberapa data yang sudah kita terima dari yang bersangkutan berupa copyan, keterangannya sangat-sangat bermanfaat sekali untuk penyelidik,” ucapnya.

Sebelumnya Kabid BP2RD Tanjungpinang itu mengaku diberikan 12 pertanyaan oleh Kejaksaan Negeri Tanjungpinang. Namun, ia kembali di panggil oleh jaksa dan mendapat pertanyaan sekitar 22 pertanyaan.

“Kemaren ada 12 pertanyaan. Ini kita sempurnakan lagi menjadi 22 pertanyaan,” ujarnya.

Menurut Rizki, kasus dugaan ini masih berlanjut dan belum bisa disimpulkan karena masih mengumpulkan keterangan dari pihak-pihak yang terkait dalam kasus dugaan penggelapan pajak tersebut.

“Saya belum bisa menyimpulkan masih ada beberapa pihak lagi yang penting untuk di mintai keterangan, mungkin setelah selesai baru kita bisa menyimpulkan dari hasil-hasil data keterangan yang kita peroleh sepanjang ini,” tutupnya.

(Ham)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here