TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com.- – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tanjungpinang menggelar rapat paripurna terbuka dengan agenda penyampaian rancangan nota KUA dan PPAS APBD Tahun Anggaran 2020.

Rapat paripurna terbuka itu dipimpin Wakil Ketua I Ade Angga didampingi Wakil Ketua II Hendra Jaya dan dihadiri Walikota Tanjungpinang Syahrul dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Rahma.

Tidak menunggu waktu lama, Ade Angga membuka langsung sidang tersebut disambung dengan pidato Walikota menyampaikan rancangan nota KUA dan PPAS APBD tahun 2020.

Dalam pidatonya, Walikota Tanjungpinang Syahrul meyampaikan bahwa penyusunan RAPBD tahun anggaran 2020 merupakan bagian dari siklus pengelolaan daerah yang diatur dalam peraturan menteri dalam negeri nomor 13 tahun 2006 tentang pengelolaan keuangan daerah.

“Penyusunan kebijakan umum ini dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan tematik, holistik, integratif dan spesial serta kebijakan anggaran belanja Berdasarakan Money Follows Program dengan cara memastikan hanya program yang benar-benar bermanfaat yang dialokasikan,” tegas Syahrul.

Syahrul menjelaskan, jika arah kebijakan keuangan daerah difokuskan untuk mengatasi masalah-masalah mendasar yang menjadi prioritas pembangunan daerah pada tahun 2020. Adapun masalah mendasar yang diperkirakan akan menjadi tantangan pada pelaksanaan pembangunan daerah tahun 2020 diantaranya;

a. Permasalahan utama kualitas dan pemerataan akses mutu pendidikan dan kesehatan.

b. Permasalahan sektor pariwisata khususnya wisata budaya/religi, bahari dan kuliner sebagai motor penggerak perekonomian Kota belum dikelola secara optimal.

c. Masih adanya kawasan kumuh perkotaan yang memerlukan penanganan secara spesifik dan komperhensif.

d. Penanganan pengelolaan drainase secara tepat sasaran untuk mengantisipasi permasalahan banjir.

e. Belum berkembangnya kearifan lokal Tanjungpinang sebagai referensi pengembangan budaya.

f. Kurangnya kuantitas dan kualitas ruang terbuka hijau (RTH) yang ramah anak, perempuan, lansiran dan penyandang disabilitas.

g. Pengelolaan persampahan dan lingkungan hidup yang masih kurang optimal, termasuk dalam pengelolaan TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Ganet.

Selain itu, Syahrul juga menyampaikan rincian angka rancangan APBD tahun 2020 sebesar 997,9 miliyar dengan rincian ;

A. Pendapatan daerah 970,15 miliyar
B. Belanja daerah 997,9 milyar dan
C. Pembiayaan daerah sebesar 27,70 miliyar yang merupakan penerimaan pembiayaan daerah.

“Penyusunan rencana kegiatan dan anggaran sebagai salah satu variabel pembentuk komposisi RAPBD Kota Tanjungpinang diharapkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan,” tutup Syahrul.

(Ga)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here