ANAMBAS, SIJORITODAY.com – Hidup sehat salah satu topik yang tidak kunjung usai menjadi persoalan masyarakat sekitar. Begitu pula dengan pelayanan kesehatan yang masih kurang maksimal juga menjadi topik hangat yang dibahas di acara Penggalangan Ormas yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Lama, oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Anambas, Kamis (21/11/19).

Selain pemerintah daerah, salah satu perwakilan Ormas yang memaparkan materi terkait CSR menjelaskan bahwa sudah barang tentu dibutuhkan andil dari pihak lain seperti pihak perusahaan yang tergabung dalam SKK Migas dalam mendukung pelayanan kesehatan di Kabupaten Kepulauan Anambas. Itu merupakan strategi menjalani kemitraan yang berkelanjutan dalam mendukung program kesehatan melalui sana CSR.

“Kondisi pelayanan umum di Anambas perlu ditingkatkan. Mulai dari infrastruktur dan tenaga medis. Melihat APBD masih terbatas dan kondisi geografis kita yang kepulauan ini,” Ucap Rudi.

Dikatakannya bahwa selama ini karyawan perusahaan bilamana melakukan medical check up tidak bisa dilakukan di Kabupaten Kepualauan Anambas, pasti akan keluar daerah seperti ke Jakarta,Tanjungpinang, dan Batam, ini menurutnya tidak Efektif dan efisien.

“Kenapa tidak kita buat fasilitas di Anambas ini dari segi alat untuk medical check up nya, sehingga jika ada karyawan yang mau medical check up tidak perlu jauh-jauh, inilah perlunya kerja sama pihak perusahaan dengan pemerintah,” ungkapnya.

Lebih lanjut kata dia, Banyak perusahaan di Anambas ini membutuhkan layanan kesehatan bagi karyawannya baik di Matak Base maupun di Offshore.

“Kami berharap kedepannya kita memiliki semangat yang sama, agar penyediaan pelayanan kesehatan dapat lebih baik lagi,” tutupnya.

Sementara, Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Dinas Kabupaten Kepulauan Anambas mengatakan bahwa untuk pelaku pembangunan kesehatan masyarakat, Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. 3 komponen

“Kita harus ada hubungan kerjasama untuk meningkatkan pelayanan kesehatan agar lebih baik lagi, ada 3 Komponen yang semestinya berperan yaitu pemerintah, perusahaan, dan masyarakat. makanya mari sama-sama kita bangun layanan kesehatan lebih baik lagi dari pihak swasta juga ikut mendukung,” ujar Paras Siregar.

Lebih jelas ia mengungkapkan yang jadi persoalan masalah kesehatan masyarakat yakni, rendahnya tingkat partisipasi masyarakat, posyandu kategori mandiri baru ada satu, rendahnya pemahaman masyarakat terhadap peraturan perbup KTR, kurang sarana dan prasarana, dan ditambah lagi dengan penyebaran tenaga kesehatan yang belum merata. (Bg)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here