ANAMBAS, SIJORITODAY.com – Seorang Pekerja Harian Lepas (PHL) pemandu tali pengalas Rantai Excavator Jenis Beco Komatsu PC200 tewas mengenaskan di Jalan Payalaman, RT 001 RW 002, Desa Payalaman, Kecamatan Palmatak, Kabupaten Kepulauan Anambas, Sabtu (23/11) sekira Pukul 13: 45 Wib.

Berdasarkan informasi, Korban bernama Muhdi (48) itu bukan pertama kali menjadi pemandu tali excavator di salah satu perusahaan lokal yang biasa di panggil saat akan melakukan pemindahan alat berat dari satu lokasi proyek ke lokasi proyek lainnya.

Alat berat merek Beco Komatsu PC200 yang di kendarai oleh Haironi (23) diduga karena belum adanya pengalaman atau izin mengoperasikan suatu alat serta kurangnya pengawasan dari pihak perusahaan sehingga korban diduga terlindas oleh rantai beko sebelah kanan sehingga korbanpun mengalami luka robek di bagian kepala.

Muhdi yang dibantu sejumlah warga sekitar langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Lapangan Palmatak menggunakan ambulance untuk mendapatkan pertolongan medis, namun sayangnya nyawa korban tidak bisa tertolong dan diduga bahwa korban meninggal ditempat kejadian.

IPDA Gunawan Husen, SH (PS Kapolsek Palmatak) saat di temui oleh awak media di Mapolsek Palmatak Sabtu, (23/11) mengatakan, penangung jawab atas kejadian semua ini adalah pihak perusahaan yang mempekerjakan korban.

Perkara itu kata Kapolsek, pihaknya juga sudah sering menegur pihak kontraktor agar dilakukan pengawalan dari pihak keamanan disaat memindahkan alat berat, namun dalam kejadian kemarin tidak ada permintaan dari pihak kontraktor ke Polsek untuk di kawal.

Selain itu kata dia, saat ini pihaknya sudah melakukan penahanan terhadap operator Beco dan saat ini mereka juga lagi dalam proses pemeriksaan.

“Karena ini kejadian laka, maka selesai di sidik dan BAP perkara ini akan kita limpahkan ke Kasat Reskrim Polres Kepulauan Anambas,” Tutup IPDA Gunawan Husen. (Bg)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here