Kepala Kantor Bea dan Cukai Tanjungpinang, Syahirul Alim.

TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com– Memasuki akhir tahun 2019 ini, Bea Cukai Tanjungpinang merilis ada empat kasus barang kawasan bebas tanpa dokumen resmi dari Batam yang masuk ke Tanjungpinang.

Keempat kasus tersebut sudah dinyatakan lengkap (P21) dari SPDP Kejaksaan Negeri Bintan.

“Selain itu, kami juga menerbitkan 191 surat bukti penindakan untuk rokok dan minuman mengandung ethil alkohol serta barang lainnya,” kata Kepala Bea Cukai Tanjungpinang, Muhammad Syahirul Alim.

Saat ditanya soal pendapatan, Alim mengaku hingga bulan November 2019 kemarin, penerimaan untuk negara sudah mencapai Rp266 miliar dari target sebesar Rp343 miliar.

“Penerimaan tersebut sudah mencapai 78 persen dari target,” pungkas Alim.

Menurut Alim, penerimaan bea cukai itu terdiri dari bea masuk sebesar Rp238 miliar, bea keluar sebesar Rp27 miliar, serta cukai sebesar Rp883 juta.

Penerimaan bea dan cukai 78 persen sampai November 2019 ini turun dibanding tahun 2018 lalu yang mencapai 112,86 persen.

Penurunan ini disebabkan turunnya bea masuk sebesar 27 persen pada tahun 2019 dibanding 2018.

“Bea masuk turun karena volume impor propane dan butane oleh PT Pertamina, serta menurunnya harga propane dan butane di pasar dunia,” sebutnya. (Mn)

Editor: Taufik

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here