PEKANBARU, SIJORITODAY.com, – –¬†Tembok pagar proyek pembangunan rumah susun Wilayah Kuantan singingi oleh Satker Non Vertikal Penyedian Perumahan Kementerian PUPR di Riau roboh.

Tembok pagar yang semestinya menjadi pengaman atau pembatas antara rumah dan fasilitas umum seperti jalan, got dan trotoar mesti kokoh.

Tapi berbeda dengan tembok pagar pada pembangunan rumah susun di Kuansing, tembok sepanjang kurang lebih 25 meter itu diduga lantaran tidak memiliki material besi pada konstruksi. Sehingga ambruk sebelum waktunya. Miris memang!

Menurut salah seorang warga, tembok pagar tersebut ambruk pada hari minggu kemarin. Padahal, sebut warga saat dijumpai dilokasi, bangunan ini bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) yang menelan Rp12 miliar lebih ini baru saja serah terima oleh Pemkab setempat.

“Baru saja diserah terimakan kepada Pemkab Kuansing dibulan November 2019 pak. Dan belum dimanfaatkan sebagaimana mestinya, pagar bangunannya sudah ambruk,” ketus warga nyeleneh.

Usai berbincang dengan warga, awak media ini mendekati tembok pagar yang ambruk. Didapati, hampir semua kontruksi tembok pagar tidak memiliki besi.

Sedangkan pada plang proyek disebutkan bersumber dana dari APBN tahun 2018 dengan nilai kontrak Rp12.681.700.000, pelaksana PT Razasa Karya dan konsultan pengawas PT Bina Cipta Jaya Sejati Konsultan.

Untuk memastikan kebenaran pada pekerjaan tersebut, awak media ini mengonfirmasi kepala Sakter PPK di kantornya yang beralamat jalan Soekarno-Hatta Pekan Baru. Namun, apa dinyana, yang bersangkutan tidak berada ditempat bahkan nomor kontak yang biasa dihubungi tidak aktif.

Sekedar diketahui, menurut sumber terpercaya kalau pelaksanaan pembangunan rumah susun tersebut didampingi TP4D Kejati Riau. Bahkan, sejak awal diduga pekerjaan tersebut sarat masalah.

“Proyek rumah susun tersebut seharusnya sudah selesai dikerjakan pada akhir tahun 2018. Namun sampai september 2019 pengerjaannya masih terus digesa dengan kontraktor pelaksana yang sama. Padahal, berdasarkan aturan yang ada semestinya pengerjaan tersebut sudah dilakukan pemutusan kontrak kerja karena terlalu lamanya masa perpanjangan pekerjaan,” ungkap sumber tersebut. (Superleni)

Editor: Taufik

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here