TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – – Kejaksaan Tinggi Kepri memeriksa dua saksi dugaan pidana penyertaan modal dari Pemerintah Provinsi Kepri pada Badan Usaha Pelabuhan (BUP) PT Pelabuhan Kepri, Selasa (4/2/2020) lalu.

Kedua saksi tersebut adalah mantan direktur operasional dan staf administrasi BUP PT Pelabuhan Kepri.

Asintel Kejati Kepulauan Riau, Agustian Sunaryo, menyatakan penyelidikan yang dilakukan ini guna mencari unsur pidana dalam kegiatan tersebut.

Dia menegaskan meskipun ditemukan kerugian tapi tidak terdapat unsur pidana, maka penyelidikan tidak bisa dilanjutkan.

“Itu urusan internal/organ perusahaan terdiri dari pemegang saham, komisaris, dan direkturnya, kalau kaitannya memang tak ada ditemukan kerugian,” kata Agustian Sunaryo, Rabu (5/2/2020) kemarin.

Menurutnya, penyelidikan ini masih bersifat pengumpulan data. Kalau datanya sudah lengkap, pihaknya bisa langsung menyimpulkan.

“Kalau masih kurang, tak menutup kemungkinan, akan ada saksi lainnya yang turut diperiksa,” tegasnya.

Agus turut menyinggung bahwa kerugian ada dua yakni kerugian yang ditimbulkan akibat resiko bisnis dan ada kerugian yang menimbulkan kerugian negara akibat tindak pidana.

“Kerugian negara akibat tindak pidana itulah yang kita cari,” sebutnya. (Mn)

Editor: Taufik

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here