TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com– Provinsi Kepri khususnya Kabupaten Bintan biasanya ramai dengan pengunjung asal Tiongkok dan Singapura, tetapi kunjungan wisatawan telah berkurang pada tahun ini karena kekhawatiran virus corona.

Jumlah pengunjung di Bintan telah anjlok hampir 80 persen dalam sebulan terakhir, tentu kondisi dunia wisata di daerah setempat jadi lesu.

Hal itu dibenarkan oleh Ketua Biro Perjalanan Wisata (ASITA) Tanjungpinang-Bintan, Kepri, Sapril Sembiring.

Kepada awak ini, Sapril Sembiring menyebut 80 bus pariwisata di daerah setempat tidak beroperasi akibat terdampak covid-19.

Menurut Sapril, kondisi ini sudah berlangsung sejak satu bulan terakhir, persisnya ketika pemerintah Tiongkok dan Singapura melarang warganya berpergian ke luar negeri.

Seperti diketahui, selama ini turis dari kedua negara tersebut menjadi penyumbang kunjungan wisman terbesar ke wilayah Kepri.

“Sejak turis Tiongkok dan Singapura tak ada lagi, bus pariwisata kita jadi drop,” kata Sapril di Tanjungpinang, Selasa (3/3).

Dia katakan, sebelum marak covid-19, bus pariwisata yang membawa tamu dari Tiongkok, Singapura, dan ditambah wisatawan domestik, dalam sehari bisa beroperasi mencapai 40 hingga 60 unit.

“Tamu berkeliling mengunjungi objek-objek wisata di Tanjungpinang-Bintan, bahkan ada yang sewa bus sampai lima hari,” imbuhnya.

Kondisi terkini, kata Sapril, bus pariwisata yang beroperasi hanya sekitar 10 unit. Itu pun saat akhir pekan.

“Tamunya itu rata-rata wisatawan domestik dari Batam,” ungkapnya.

Lanjutnya, bus-bus tersebut kini terparkir di Pool yang berlokasi di Jalan Daeng Celak, Kilometer 8 Tanjungpinang.

“Perawatan fisik kendaraan tetap berjalan, setiap hari mesin bus juga harus dipanaskan, biar tak rusak,” tutur Sapril.

Disinggung mengenai nasib sopir bus pariwisata yang selama ini aktif bekerja. Sapril menyampaikan, bahwa sopir bus yang merupakan karyawan tetap hanya sekitar sepuluh orang, sementara sisanya kerja paruh waktu.

“Kalau sopir paruh waktu, biasanya tinggal tunggu panggilan saja,” sebut dia.

Kendati demikian, Sapril mengaku belum menghitung berapa nilai kerugian imbas covid-19 terhadap sektor bus pariwisata tersebut.

“Setahu saya, setiap bulan, pihak perusahaan harus bayar kredit bus pariwisata senilai ratusan juta rupiah ke pihak bank,” ucapnya.

Sapril berharap dengan adanya penghapusan pajak hotel dan restoran, serta diskon 50 persen tiket pesawat, berdampak kepada kenaikan kunjungan wisatawan domestik di Tanjungpinang-Bintan, sehingga bus pariwisata kembali menggeliat.

“Kami fokus menggaet wisatawan domestik dari Jakarta, Pekanbaru, dan Medan datang ke Kepri. Beberapa paket wisata sudah disiapkan, salah satunya memperbanyak event wisata kuliner lokal,” tutur Sapril.

Penulis: Mn
Editor: Taufik. K

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here