PEKANBARU, SIJORITODAY.com– Proyek pembangunan Drainase yang berada di jalan Kaharuddin Nasution, Kelurahan Perhentian Marpoyan RT 02 RW 04, Pekanbaru, mendapat sorotan warga yang melintasi kawasan itu.

Warga menduga, proyek yang dikerjakan oleh PT Bangun Purba Satahi ini dihentikan oleh masyarakat setempat.

Ternyata dugaan warga tersebut terkait penolakan oleh masyarakat di Kelurahan Marpoyan RT 02 RW 04, benar adanya.

Hal tersebut diakui Ahmad, salah satu warga Kelurahan setempat. Ahmad menyebut, pelaksanaan proyek drainase ini dihentikan karena didasari kemauan masyarakat itu sendiri yg menolak pembangunan drainase. Sebab, kata Ahmad, dikhawatirkan daerahnya banjir sehingga pekerjaan dihentikan.

“Ya sudah menjadi kesepakatan warga setempat untuk menolak pengerjaan proyek drainase,” kata Ahmad kepada awak media ini saat ditemui di lokasi proyek, Selasa (17/3/20).

Untuk memastikan hal tersebut, awak media ini mengonfirmasi pihak yang bersangkutan.

 

Sahat Martumbur

Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Riau melalui Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah Tugas Pembantuan (SKPD-TP), Sahat Martumbur mengatakan, proyek tersebut bukan proyek mangkrak.

Sahat menjelaskan bahwa pengerjaan proyek saluran pembuangan air atau lebih dikenal drainase ini terhenti karena adanya penolakan dari warga setempat.

“Saat pekerjaan drainase baru mencapai 75 meter, kami mendapat penolakan pembangunan oleh mayarakat RT.02/RW.04 melalui Surat Keterangan Nomor RT.02/RW.04/2019/17 tanggal 04/11/2019 dengan alasan dilingkungan pembuangan air drainase tersebut rawan banjir. Sehingga sisa anggaran pekerjaan dialihkan pada pekerjaan seminisasi bahu jalan,” ujar Sahat Martumbur diruang kerjanya, Selasa (17/3) siang.

Sahat juga menyebutkan, pekerjaan pembangunan drainase bersumber dari anggaran APBN 2019 yang merupakan pemanfaatan sisa Lelang pekerjaan paket preservasi jalan Kaharuddin Nasution.

Sebagaimana, tambah Sahat, besaran anggarannya diambil 8 persen dari nilai paket tersebut atau setara Rp 891 juta.

“Nah, seingat saya pada tanggal 26 bulan Juni 2019, dilakukan survei bersama dengan pihak RT 02/RW 04 dan tokoh masyarakat setempat, dan menyetujui pelaksanaan pembangunan drainase tersebut. Tapi sekarang justru warga menolak,” sebut Sahat.

Hingga berita ini diterbitkan, pelaksana proyek drainase tersebut belum berhasil dikonfirmasi.

Penulis: Superleni
Editor: Taufik. K

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here