TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com– Sebagai upaya untuk mencegah penyebaran Virus Corona, sejumlah dosen yang mengabdi pada Program Studi Pendidikan Kimia, Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Maritim Raja Ali Haji (FKIP UMRAH) Tanjungpinang membuat Hand Sanitizer.

Hal itu dilakukan guna menjaga lingkungan yang sehat dan mewaspadai virus Corona yang semakin hari semakin cepat penyebarannya.

Dekan FKIP UMRAH, Abdul Malik, di Tanjungpinang, Rabu, (18/3) siang mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan kampus, namun dapat dikembangkan untuk kepentingan masyarakat mengingat sejak beberapa pekan terakhir cairan pembersih tangan sulit diperoleh masyarakat.

Menurut Abdul Malik, Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMRAH pada prinsipnya menginginkan tenaga pengajar yang memiliki karya dan dapat dimanfaatkan masyarakat, terutama untuk mencegah penularan Covid-19.

“Karena itu, FKIP UMRAH siap bekerja sama dengan organisasi kemasyarakatan agar cairan pembersih tangan ini dapat dibagikan secara gratis kepada masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, para dosen yang ahli di bidang kimia itu sejak tiga hari lalu mulai bekerja keras menciptakan cairan pembersih tangan sesuai prosedur Badan Pengawasan Obat dan Makanan.

Hasilnya, lanjut Abdul Malik, hari ini mereka sudah berhasil memproduksi 20 liter cairan pembersih tangan.

“Besok mudah-mudahan mencapai 50 liter,” ujarnya.

Sementara Ketua Program Studi Pendidikan Kimia FKIP UMRAH, Fitriah Khairunnisa, mengatakan, pihaknya siap memproduksi lebih banyak cairan pembersih tangan. Bahan dasar dalam memproduksi cairan pembersih tangan tidak banyak seperti etanol, gliserol, hidrogen peroksisa dan air steril.

Sayangnya, kata Fitriah Khairunnisa, saat ini terkendala sejumlah zat kimia yang sulit didapat di pasar, seperti etanol dan gliserin.

“Sedangkan Gliserin, sebenarnya dapat diganti dengan lidah buaya, namun sekarang tanaman itu juga sulit didapat,” tuturnya.

Khairunnisa menyebut bahwa membuat cairan pembersih tangan ini dibutuhkan keahlian khusus, karena bahan yang digunakan mayoritas zat kimia. Campuran zat kimia harus tepat sehingga tidak berisiko pada penggunanya.

“Contohnya, etanol dengan kadar yang tinggi menyebabkan kulit cenderung kering dan mudah luka sehingga ditambahkan H202 (hidrogen peroksida) sebagai pencegah infeksi luka, dan gliserin atau aloevera sebagai pelembabnya,” tandasnya.

Sesuai dalam teknis pelaksanaan, tambah Khairunnisa lagi, bahan tersebut harus dikerjakan di lemari asam, yang hanya ada di laboratorium.

“H202 penting dalam racikan ini, karena memang yang diberikan WHO sudah sesuai dengan kebutuhan tubuh manusia, H202 ini juga berfungsi mencegah infeksi kulit,” pungkasnya.

Penulis: Tf
Editor: Taufik. K

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here