TANJUNGPINANG,SIJORITODAY.com– Menteri Agama Fachrul Razi, mengeluarkan edaran soal panduan ibadah di bulan Ramadhan dan Idul Fitri di tengah wabah corona. Salah satu poin dalam edaran tersebut terkait peniadaan Salat Id pada 1 Syawal.

Namun, Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Kepri H Abu Sofyan, mengatakan masih menunggu kebijakan ulama dan pemerintah setempat terkait hal tersebut.

“Kalau larangan untuk tidak shalat berjamaah tergantung kepala daerahnya masih masing, namun saat ini memang belum ada larangan untuk ibadah di masjid di tiadakan di saat bulan ramadhan. Kami, kemenag hanya mengatur ibadah di saat pandemik covid-19,” ujar Abu Sofyan, Senin (11/4/20).

Disinggung soal surat edaran Menag, Abu Sofyan menyebut Kanwil Kemenag Kepri sangat menganjurkan kepada umat muslim untuk mematuhi surat edaran dari Menteri Agama.

“Kanwil Kemenag hanya menindak lanjuti surat edaran Menteri Agama bagi daerah yang di nyatakan pandemik Covid-19 harus melakukan ibadah Ramadhan sebagaimana mestinya yang di atur oleh edaran tersebut. Kami sangat menganjurkan umat muslim untuk mematuhinya,” tandas Abu Sofyan.

Abu Sofyan juga mengimbau kepada pengurus masjid agar mematuhi apa yang menjadi keputusan dan arahan pemerintah pusat dan daerah agar Pandemi Covid-19 tidak meluas di Kepri.

Di sisi lain, Abu Sofyan juga meluruskan terkait Surat Edaran Bupati Kepulauan Natuna yang bernomor 443.1/KESRA-SET/126/V/2020, Tentang kegiatan Ibadah selama bulan Ramadhan, dari sahur dan buka puasa bersama, salat Tarawih berjamaah sampai salat Id Idul Fitri akan di tiadakan.

Lanjut dia, maksud dari surat edaran Bupati Natuna adalah bukan ditiadakan ibadah selama ramadhan, melainkan masyarakat muslim Natuna harus melaksanakan ibadah tarawih sesuai dengan panduan yang di keluarkan Mentri Agama.

Penulis: Hairi
Editor: Taufik. K

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here