Warga memasang spanduk didepan SPBU Kijang yang meminta supaya pelabuhan Pelni di Kijang segera ditutup demi mencegah masuknya virus corona, Senin (13/4) siang. Foto Btn

BINTAN,SIJORITODAY – – Warga Kijang Kecamatan Bintan Timur yang resah dan khawatir masuknya wabah virus corona ke kota kecil mendesak agar akses pintu masuk pelabuhan Pelni segera ditutup.

Bukan tanpa alasan, permintaan agar pelabuhan ditutup sementara itu dikarenakan pelabuhan merupakan jalur masuknya orang dari luar ke Bintan terutama Bintan Timur.

Warga pun memasangkan spanduk ‘Kami Masyarakat Meminta Jalur Pelni Pelayaran Tujuan Kijang Ditutup Sementara’ didepan SPBU Kijang persis di jalan masuk pelabuhan Pelni Kijang.

Salah seorang pemuda Kijang, Asri Suherman mempertanyakan disituasi pandemic virus corona akses masuk orang dari luar Bintan masih tetap dibuka.

Padahal kata dia, upaya pemerintah, TNI-Polri dan semua elemen masyarakat dalam memerangi COVID-19 terus dilakukan.

“Percuma kalau ini (pelabuhan) tidak ditutup, pemerintah menghimbau warga supaya tetap dirumah. Sementata akses orang luar masih tetap dibuka,” ujar Asri Suherman di Kijang, Senin (13/4).

Ia dan warga lainnya meminta supaya pemerintah segera mengambil tindakan. Sebab, wabah yang diperangi saat ini ‘musuh tak terlihat’.

“Jangan sampai ada yang kena baru bergerak,” timpalnya.

Di Kecamatan Bintim sendiri jumlah orang dalam pemantauan (ODP) sudah mencapai 21 orang yang tersebar di Kelurahan Kijang Kota 16 orang dan di Sei Lekop sebanyak 5 orang.

Sementara jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) berjumlah 6 orang yang tersebar di Kelurahan Kijang Kota sebanyak 4 orang dan Kelurahan Sei Lekop sebanyak 2 orang. (Btn)

Editor : Akok

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here